Setelah Kemang, Polisi Kembali Gerebek Klinik Kecantikan di Senayan, Ternyata Ini yang Disasar

260

JAKARTA- Polisi kembali menggerebek sebuah klinik kecantikan suntik stem cell ilegal Senin 20 Januari 2020.

Jika kemarin lokasinya ada di Kemang, Jakarta Selatan, kali ini lokasi di Rukan Permata Senayan, Jalan Tentara Pelajar Blok E-06, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

“Jadi klinik tersebut membuat cantik dengan serum tapi serumnya tanpa ada izin Departemen Kesehatan,” ujar Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Fanani saat dikonfirmasi, Senin 20 Januari 2020.

Klinik tersebut bernama De’Eleriz Beauty & Health Center. Dalam penggerebekan ini polisi menyita beberapa barang bukti yang diduga dipakai melakukan praktik penyuntikan stem cell ilegal itu.

Salah satunya serum yang dipakai untuk menyuntik yang dikirim dari luar negeri. Ada sekitar 10 orang yang diamankan dari pihak klinik termasuk dokter yang melakukan praktik ilegal.

“Kita temukan beberapa barang bukti,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan penggerebekan ini berdasarkan adanya laporan dari masyarakat yang resah.

Polisi masih mencari warga yang jadi korban. Kata dia, akibat tindakan ilegal ini kerugian bukan hanya ke korban tapi juga ke negara.

Fanani menambahkan, biaya suntik stem cell ilegal di sana berkisar Rp5-10 juta.

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya menggerebek sebuah klinik di daerah Kemang Jakarta Selatan terkait praktik penyuntikan stem cell ilegal.

Penggerebekan itu dilakukan pada Sabtu, 11 Januari 2020, sekitar pukul 15.00 WIB.

Dari penggerebekan itu, polisi menangkap tiga orang dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiga orang itu terdiri dari YW (46) selaku country manager KCP di Indonesia, LJ (47) selaku marketing manager KCP di Indonesia, dan dr OH selaku pemilik klinik.

Ketiga tersangka itu memiliki peran yang berbeda-beda. YW bertugas menjemput serum dari Bandara Soekarno-Hatta menuju klinik, LJ berperan mempromosikan stem cell dan OH pemilik klinik, sekaligus orang yang menyuntikkan serum stem cell ke korban.

(dhe/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...