Setelah Kapal Senilai Rp3,6 T, Mahathir Bidik Jet Pribadi Skandal 1MDB

422

KUALA LUMPUR – Pemerintahan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad terus memburu aset-aset yang diduga dibeli menggunakan uang di 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Setelah mendapatkan Equanimity, kapal supermewah senilai 250 juta dolar AS atau sekitar Rp3,6 triliun yang sebelumnya disita kepolisian Indonesia, Mahathir kini mengincar pesawat pribadi milik pengusaha Law Taek Jho alias Jho Low. Nilai pesawat itu ditaksir mencapai 35 juta dolar AS atau sekitar Rp504 miliar. Jho Low merupakan pengusaha yang juga pernah menjadi penasihat 1MDB di pemerintahan PM Najib Razak.

Pesawat mewah Bombardier Global 5000 itu disita oleh pemerintah Singapura sejak Februari 2017.

“Kita harus membawanya pulang,” kata Mahathir, dikutip dari The Star, Senin (13/8/2018).

Sama dengan kapal Equanimity, pesawat itu disita atas permintaan Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang turut menyelidiki skandal 1MDB. Pesawat dengan nomor registrasi N689WM itu kini berada di Bandara Seletar Singapura.

“Kami berusaha mendapatkan kembali uang yang sudah dicuri. Kita tahu siapa pelakunya, tapi kami tidak tahu di mana mereka sekarang. Kemampuan untuk bisa mendapatkan uang itu bergantung pada bagaimana kita bisa membuktikan bahwa itu uang kita,” kata Mahathir, menambahkan.

Sebelumnya Mahathir memberikan kesempatan kepada Jho Low untuk membuktikan bahwa kapal itu dibeli dari uang halal. Sementara kabar yang santer terdengar, Equanimity dibeli dari hasil uang penyalahgunaan 1MDB. Jho Low yang juga sahabat mantan PM Najib Razak masih berstatus buron setelah pengungkapan kasus 1MDB oleh Pemerintah Malaysia mencuat.

Mahathir tak memberikan tenggat waktu kepada Jho Low untuk membuktikannya. Namun jika tidak sanggup, pemerintah baru akan melelangnya.

Pemerintah, kata dia, akan menjual kapal beregistrasi Kepulauan Cayman itu secepatnya. Semakin lama kapal disita maka pemerintah membutuhkan dana besar untuk perawatannya. Setiap bulan pemerintah harus merogoh 2 juta ringgit atau sekitar Rp7 miliar untuk perawatan.

Sementara itu, jet Global 5000 diklaim sebagai pesawat tercepat berbadan panjang buatan perusahaan Kanada, Bombardier. Burung besi ini didesain sangat mewah dan nyaman dengan daya tampung delapan penumpang. Namun bagian interiornya masih bisa dimodifikasi sehingga muat dinaiki 18 penumpang dengan nyaman.

Pesawat yang dilengkapi dua mesin Rolls-Royce ini mampu menjelajah hingga 8.889 kilometer untuk sekali perjalanan dengan kecepatan maksimal 1.098 kilometer per jam.

Di antara fasiltias di dalamnya adalah dapur lengkap dengan fasilitas makan, microwave, kulkas, mesin pembuat kopi ekspreso, dan lainnya., iNews.id

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...