Serunya ILC TV One Tadi Malam, Ada Bandingkan Soekarno & Puan Maharani, UAS Ulas Minang & Pancasila

304

Talkshow ILC TV One tadi malam, di ILC terbaru Sujiwo Tejo bandingkan Soekarno dengan Puan Maharani terkait pernyataan Sumbar Belum Pancasilais?

Video Sujiwo Tejo ini pun ramai komentar.

Pernyataan Ketua DPR RI dan politisi PDIP Puan Maharani agar Sumatera Barat bisa menjadi provinsi yang mendukung Pancasila menuai kontroversi.

Putri Megawati Soekarno putri ini dianggap menyinggung masyarakat Minangkabau.

Kegaduhan pun berlanjut dari seruan untuk segera meminta maaf, hingga PDIP absen dari Pilgub Sumbar

Di ILC terbaru, budayawan Sujiwo Tejo membandingkan Puan Maharani dan kakeknya Soekarno.

Berikut videonya:

 

Dai kondang Ustadz Abdul Somad juga bergabung di ILC tadi malam.

Budayawan Sujiwo Tejo menyampaikan pandangannya terkait persoalan Pancasilais yang sedang menjadi pertanyaan besar.

Khususnya dari masyarakat Minang, Sumatera Barat (Sumbar) yang sempat disinggung oleh Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Dilansir TribunWow.com dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (8/9/2020), Sujiwo Tejo mengatakan tidak meragukan sikap Pancasilais dari masyarakat Sumbar.

tribunnews
Budayawan Sujiwo Tejo menyampaikan pandangannya terkait persoalan Pancasilais yang sedang menjadi pertanyaan besar, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (8/9/2020). (Youtube/Indonesia Lawyers Club)

Dirinya lantas mencontohkan mantunya yang disebutnya adalah berasal dari Sumbar.

Bahkan menurut Sujiwo Tejo, mantunya tersebut tidak akan diterima andaikan tidak Pancasilais.

“Kalau saya ngomong tentang budaya apakah Minang masyarakat Sumatera Barat Pancasilais atau enggak, jawabannya sudah jelas, konkrit, mantu saya orang Minang,” ujar Sujiwo Tejo.

“Jelas mantu saya orang Minang ya pasti Pancasilais, kalau enggak Pancasilais enggak aku terima,” jelasnya.

Hal itu langsung direspons oleh pembawa acara Karni Ilyas.

Dalam kesempatan itu Karni Ilyas masih meragukan bagaimana cara penilaiannya.

“Ada ujiannya tuh mantu Pancasilais?” tanya Karni Ilyas.

Setelah itu, Sujiwo Tejo mengatakan bahwa persoalan atas statement dari Puan Maharani yang dianggap menyinggung masyarakat Sumbar tidak Pancasilais kurang tepat.

Menurutnya, apa yang disampaikan Puan bukan hanya untuk masyarakat Minang atau masyarakat Sumbar, melainkan juga suku-suku dan provinsi lain di seluruh Indonesia.

“Kalau menurut saya ini bukan persoalan Sumatera Barat atau Minang tetapi ini persoalan ke seluruh Indonesia, saya perluas ungkapannya Mbak Puan,” kata Sujiwo Tejo.

“Saya perluas sebetulnya pernyataannya Mbak Puan bukan apakah masyarakat Sumatera Barat memang mendukung Pancasila?” terangnya.

Oleh karenanya, budawayan kelahiran Jember Jawa Timur itu menegaskan bahwa seharusnya pernyataan yang diucapkan oleh Puan tersebut bisa menjadi introspeksi untuk semuanya.

Ia lantas mencontohkan kasus tarian tradisional Reog yang sempat mau diakui sebagai budaya dari Malaysia.

Sujiwo Tejo menilai bahwa masyarakat Indonesia baru akan mengakui budayanya maupun ideologinya ketika sedang diusik.

Padahal sebelumnya tidak pernah dirawat maupun dilestarikan.

“Menurut saya semua seluruh Provinsi betul-betulkah memang mendukung Pancasila?” tanya Sujiwo Tejo.

“Karena ini pertanyaan untuk seluruh suku, seluruh provinsi.”

“Pancasila itu kalau menurut saya kaya Reog, kita enggak peduli, begitu diulik kayak memiliki semua,” tutupnya.

Simak videonya mulai menit ke- 0.53

 

Rocky Gerung Kasihan dan Bela Puan Maharani

Pengamat Politik Rocky Gerung ikut memberikan tanggapannya terkait statement kontroversial dari Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.

Pernyataan dari Puan Maharani dinilai banyak pihak, khususnya masyarakat Sumatera Barat (Sumbar), sebagai tudingan bahwa masyarakat Minang tidak mendukung Negara Pancasila.

Dilansir TribunWow.com, Rocky Gerung justru merasa kasihan dengan apa yang sedang dialami Puan Maharani.

Bahkan dirinya juga memberikan pembelaan terkait pernyataan yang menuai sorotan dari Ketua DPR RI itu.

tribunnews
Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani saat mengumumkan 4 pasangan calon gubernur-wakil gubernur dan 58 pasangan calon kepala daerah tingkat kabupaten/kota, Jumat (28/8/2020). (Capture YouTube PDI Perjuangan)

Rocky Gerung menyakini bahwa apa yang disampaikan oleh Puan itu tidak mempunyai maksud dan tujuan untuk menyoroti masyarakat Sumbar.

Meski begitu, ia menilai Puan tetap memiliki kesalahan lantaran kurang bijak dalam menyampaikan sesuatu.

Hal itu diungkapkan dalam kanal Youtube pribadinya, Rocky Gerung Official, Sabtu (5/9/2020).

Dalam kesempatan itu, Rocky Gerung menilai ada nomena atau sesuatu yang tidak terlihat di balik fenomena yang sedang dialami oleh Puan.

Menurutnya, nomena tersebut adalah justru merupakan bentuk ketidakpuasan ataupun kebencian terhadap pemerintah itu sendiri.

“Artinya di belakang suatu yang terlihat sebagai fenomena ada nomena atau yang tidak terlihat,” ujar Rocky Gerung.

“Yang tidak terlihat itu adalah sinisme terhadap istana sebetulnya yang direalisasikan melalui ucapan Puan, jadi sekali lagi ini akumulasi saja,” jelasnya.

“Sebetulnya saya kasihan juga Puan, sebetulnya dia enggak layak dapat hukuman itu karena mungkin sekali kurang bijak mengucapkan kalimat itu,” ungkapnya.

“Tapi saya kira dia enggak maksudkan untuk menghina.”

Lebih lanjut, Rocky Gerung memahami bahwa apapun maksud yang sebenarnya dari Puan tidak akan menyurutkan niatan bagi pihak-pihak tertentu untuk menjatuhkan rezim penguasa saat ini.

Terlebih menurutnya, Puan sendiri masuk di dalam lingkaran Partai PDI Perjuangan, bersama Ketua Umum yang sekaligus merupakan ibunya, Megawati Soekarnoputri dan juga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Namun demikian susah untuk kita hambat arus yang menganggap bahwa Puan, Mega, PDIP, Jokowi itu satu paket,” kata Rocky Gerung.

“Jadi ini memang sebetulnya paket yang kebetulan tali yang paling lemah adalah Puan karena dia mengucapkan,” tutupnya.

Simak videonya mulai menit ke- 1.17

 

Sumber Berita / Artikel Asli ” tribunnews

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...