Sering Salah Input Data, KPU Dapat Peringatan dari Bawaslu

435
A man casts his ballot at a pooling center during the presidential election in Kuta on Indonesia's resort island of Bali on April 17, 2019. - Indonesia kicked off one of the world's biggest one-day elections, pitting president Joko Widodo against ex-general Prabowo Subianto in a race to lead the Muslim-majority nation. (Photo by SONNY TUMBELAKA / AFP)

 JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk berhati-hati dalam melakukan perhitungan suara di Pemilu 2019. Utamanya terkait input data perolehan suara calon presiden-calon wakil presiden di aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) oleh KPU.

Anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengatakan, hal itu mereka lakukan karena menilai Situng memiliki sejumlah masalah.

“Sudah kami ingatkan KPU. Situng agak trouble dalam beberapa kali kan. Kami sudah kasih surat ke KPU agar hati-hati,” kata Bagja di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, seperti dilansir Rmol, Rabu (24/4).

Hal itu diungkapkan Bagja saat dirinya bersama Ketua Bawaslu, Abhan menerima perwakilan aktivis yang tergabung dalam Komando Barisan Rakyat Lawan Pemilu Curang (Kobar Perang).

Kobar Perang sendiri menggelar aksi damai untuk meminta Bawaslu menetapkan pemilu 2019 sebagai pemilu yang kecurangannya sudah masuk kategori terstruktur, masif, dan sistematis (TMS).

Ditekankan Bagja, pihaknya mengingatkan KPU karena merasa input data C1 di laman Pemilu2019.kpu.go.id yang bermasalah sangatlah sensitif bagi masyarakat luas.

“Ini persoalannya sangat sensitif masalah tersebut (Situng),” tutup Bagja.

(rmol/fat/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here