Semua Gak Mempan, Buni Yani Masuk Lapas Gunung Sindur, Tetap Gak Terima

436

BOGOR – Akhirnya, berbagai upaya Buni Yani tak mempan. Ia langsung di eksekusi ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat untuk menjalani hukuman penjara.

Eksekusi terhadap Buni Yani itu dilakukan setelah Mahkamah Agung (MA) menolak permohanan kasasi terkait perkara yang menjeratnya.

Kendati demikian, Sosok yang menjadi pemicu mendekamnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Rutan Mako Brimob itu tetap tak terima.

Rencananya, ia akan melakukan upaya hukum lua biasa yakni Peninjauan Kembali (PKP).

Demikian disampaikan kuasa hukumnya, Aldwin Rahadian di Kejaksaan Negeri Depok, Jawa Barat, Jumat (1/2/2019) malam.

Selain itu, Aldwin tetap bersikukuh bahwa kliennya tidak bersalah atas video editan BTP itu.

“Langkah ke depan akan melaksanakan upaya hukum luar biasa PK (Peninjauan Kembali),” kata Aldwin.

Aldwin juga mengungkap, kliennya terpaksa menerima dan berat hati menjalani putusan pengadilan tingkat pertama yang menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara.

“Bismillah, Pak Buni siap melaksanakan putusan itu. Meskipun sampai hari ini Pak Buni tak merasa,” katanya.

Sebelumnya, Buni Yani mencoba mengirimkan surat penundaan penahanan ke Kejari Depok. Namun, pengajuan permohonan penangguhan itu tidak dikabulkan.

Ia juga meminta ‘bantuan’ dari Fadli Zon dan Fahri Hamzah di DPR RI terkait kasusnya itu.

Akan tetapi jalan itu tak menolong. Sebaliknya, Buni pun langsung dieksekusi dan dijebloskan ke Lapas Gunung Sindur.

“Surat permohonan penangguhan atas eksekusi ditolak jaksa,” jelasnya.

Untuk diketahui, MA menolak perbaikan kasasi yang diajukan Buni Yani dengan nomor berkas perkara W11.U1/2226/HN.02.02/IV/2018 pada 26 November 2018.

Kasus tersebut berawal saat Buni Yani mengedit video pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Kasus itu bergulir saat Ahok masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

(jpg/ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...