Sejak Dibuka Pada 27 Januari, Call Centre 112 Terima 2.000 Laporan Warga Terkait Corona

845
Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, Widyastuti

Seriring pengumuman resmi pemerintah ada 2 Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit virus corona, masyarakat pun seperti terpicu untuk mencari informasi lebih lanjut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun sudah menyadari hal tersebut. Karena itulah dia langsung membentuk Tim Tanggap Covid-19 yang akan melakukan pemantauan dan pengawasan penyebaran virus Corona.

Tak hanya itu, bagi warga yang merasakan gejala-gejala terkait virus corona diminta untuk segera melapor melalui call center 112 atau 119.

Masyarakat pun merespons cukup baik layanan call center yang disediakan Pemprov DKI. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, Widyastuti, sampai hari ini tercatat sudah lebih dari 2.000 warga yang menelepon melalui call center.

“Sejak awal progres pergerakannya sampai dengan hari ini lebih 2.000 (penelepon). Teman-teman perlu ingat bahwa declare untuk nomor posko sejak 27 Januari,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (5/3).

Widya menambahkan, call center juga menerima banyak aduan dari masyarakat soal kelangkaan masker dan harga jual yang tinggi.

“Kami menerima aduan tentang masker itu bukan hanya sekarang. Sejak awal Februari itu sudah mulai bergerak,” terangnya

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta pun telah berkoordinasi dengan aparat Polda Metro Jaya guna menelusuri kelangkaan tersebut.

Dugaan sementara, memang ada sejumlah oknum yang memanfaatkan situasi saat ini dengan menimbun masker untuk dijual kembali dengan harga tinggi.

“Kami rapat dengan Polda Metro Jaya, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha, dan Kemenkes. Langkah-langkah selanjutnya kita tahu, Polda sudah bentuk tim Satgas masker,” pungkasnya.(rmol)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...