Sebut Kebangkitan PKI Hoax, Arief Poyuono Disemprot Ketua DPP Partai Gerindra, Dilarang Ngomong Sembarang

223
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono dalam wawancan di sebuah chanel Youtube

JAKARTA – Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman menegaskan, pernyataan Arief Poyuono sama sekali tidak terkait dengan Partai Gerindra.

Demikian disampaikan Habiburokhman melalui sebuah video yang mengklarifikasi pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Sebagai jubir partai yang ditunjuk langsung Prabowo Subianto, ia menegaskan bahwa Arief Poyuono dan Fadli Zon tidak masuk dalam daftar jubir.

Karena itu, Habiburokhman menyatakan bahwa hanya pernyataan jubir yang bisa disebut sebagai pernyataan resmi Partai Gerindra.

Sedangkan pernyataan kader partai, hanya bersifat individu dan bukan atas nama partai.

Demikian disampaikan Habiburokhman melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (16/6/2020).

“Sebagai Jubir Partai Gerindra saya tegaskan bahwa pernyataan dr Arief Poyuono tidak mewakili Partai @Gerindra, apapun dia bilang jangan kaitkan dengan kami,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa dulu Arief Poyuono pernah menjadi murid politiknya.

Akan tetapi apa yang dilakukan Arief saat ini, sama sekali tak berkaitan dengan dirinya.

“Saya juga sdh nasihati Arief Poyuono agar tidak asal bicara, semoga dia patuh,” lanjutnya.

Anak buah Prabowo Subianto ini juga menyatakan sudah menasehati Arief agar tidak asal bicara.

Namun, ia mengaku khawatir Arief Poyuono hanya dimanfaatkan dan ditunggangi pihak yang tidak ingin Gerindra menjadi partai besar dan dekat dengan rakyat.

“Saya tegaskan bahwa pak Arief Poyuono tidak mengatasnamakan partai, dan tidak diperkenankan mengatasnamakan Partai Gerindra saat ini,” tegas Habiburokhman.

“Jadi apapun pernyataan beliau, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Partai Gerindra,” tutup dia.

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara singkat, Arief Poyuono ikut mengomentari isu kebangkitan PKI.

Hal itu sebagaimana video yang diunggah akun berbagi video, Kanal Anak Bangsa pada 15 Juni 2020.

Dalam wawancara itu, Arief Poyuono menyebut bahwa kebangkitan PKI itu tak lebih dari pepesan kosong.

“Nggak ada. Itu cuma isu-isu bohong aja,” ucap Arief.

Arief menyebut bahwa isu itu sengaja dimunculkan untuk mendelegitimasi Presiden Jokowi.

“Yang selalu dituduh apapun, dia seakan-akan dia ada hubungannya dengan PKI,” ujarnya.

Karena itu, kemunculan isu kebangkitan PKI itu adalah hal yang aneh karena muncul saat di era Jokowi saja.

Sedangkan di era sebelumnya, isu dimaksud sama sekali tidak pernah muncul.

“Dulu era SBY nggak ada. Era Mega nggak ada. Ini kan aneh,” sebutnya.

Arief lalu menyatakan bahwa pihak-pihak yang sengaja memunculkan isu kebangkitan.

“Yang pasti ini adalah kadrun. Yang kedua mungkin orang-orang yang tidak menginginkan adanya perdamaian di Indonesia,” tutur Arief.

“Yang selalu ingin mengacau, yang selalu ingin mendiskreditkan pemerintah yang sah dan konstitusional,” sambung Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Karena itu, kepada Jokowi, Arief menyarankan agar tidak usah merespon isu dimaksud.

Sebaliknya, Arief menganggap bahwa ideologi komunis saat ini sudah tidak lagi laku di duni.

Dia lantas mencontohkan China yang tak lagi menerapkan ideologi komunis sesuai dengan teori aslinya.

“China sendiri sudah mengarah ke kapitalis, jadi artinya bukan komunisme murni,” terangnya.

Arief menyatakan, idelogi komunis hanya dipakai China untuk hal-hal berkaitan dengan kepentingan negara.

“Tetapi kalau untuk kegiatan ekonominya, mereka sudah liberal, bahkan lebih liberal dari Indonesia.” pungkasnya.

Berikut video singkat wawancara Arief Poyuono dalam channel Kanal Anak Bangsa:

Sumber Berita / Artikel Asli : Pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...