Sayangkan Dua Kubu yang Bersaing di Pemilu tapi Ujungnya Bersatu, PKS: Mending Uangnya Dibagikan

290

Ketua DPP PKS Aboe Bakar Al Habsyi mengaku kecewa dengan keputusan dua kubu yang saling bersaing di Pemilu 2019 tapi ujungnya bersatu.

Menurutnya Pemilu 2019 menjadi sia-sia karena akhir dari pemilu kedua kubu bersatu.

Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube Najwa Shihab, Kamis (24/10/2019), Aboe Bakar juga menyebut bahwa banyak korban selama proses Pemilu 2019.

Aboe Bakar juga mengaku tidak ada masalah dengan anggota partai politik yang ada di kabinet.

Walau ia mengaku lebih mengapresiasi anggota kabinet yang berasal dari kalangan profesional.

Najaw Shihab meminta pendapat Aboe Bakar sebagai anggota dari partai oposisi, mengenai anggpta kabinet Jokowi yang baru.
Najaw Shihab meminta pendapat Aboe Bakar sebagai anggota dari partai oposisi, mengenai anggpta kabinet Jokowi yang baru. (YouTube Najwa Shihab)

Pembawa acara Najwa Shihab meminta pendapat dari Aboe Bakar mengenai daftar anggota kabinet.

“Siapa yang paling bagus menurut Anda minimal dari track record, yang paling menarik perhatian Anda, Pak Aboe Bakar?,” tanya Najwa Shihab pada acara Mata Najwa yang tayang di Trans 7.

Dengan cepat, Aboe Bakar langsung memilih menteri dari kalangan profesional.

“Yang pasti dari profesional. Yang profesional, lepas, dia adalah seperti Terawan, itu kan seorang dokter yang memang profesional, Pak Basuki oke dia profesional memang bidangnya,” ucap Aboe Bakar.

Ia menyebutkan beberapa nama anggota kabinet yang berasal dari kalangan profesional.

Namun ia mengaku terkejut dengan dipilihnya pendiri GoJek yaitu Nadiem Makarim yang menjadi menteri pendidikan.

“Cuma yang paling menarik Nadiem ini. Nadiem ceritanya apa ujung-ujungnya kependidikan. Tapi mungkin ada pembicaran spesial dengan Pak Jokowi,” ucap Aboe Bakar.

Najwa Shihab pun menanyakan mengani penilaian Aboe Bakar mengenai anggota kabinet yang berasal dari politisi.

“Saya tertarik ketika Anda bilang ‘Yang pasti profesional’, jadi memang politisi itu enggak cocok sebetulnya ya?,” tanya Najwa Shihab.

Aboe Bakar pun langsung membantah, ia menilai ada beberapa anggota kabinet dari kalangan partai yang disebutnya profesional.

Selain itu, Aboe Bakar menyebut tidak bisa memberikan penilaian mengenai mana lawan baik, mana yang tidak.

“Jadi PKS ini lihat partai-partai enggak ada cerita atau kalau lawan politikus tidak baik,” ucap Aboe Bakar.

Ia menyebut akan memberikan penilaian sesuai dengan hal yang terjadi.

Sehingga PKS akan memberikan pujian atau kritik yang sesuai.

“Kita sama-sama saja, artinya kalau baik kita katakan baik, kalau buruk kita katakan buruk,” ucap Aboe Bakar.

Selain itu, ia juga terlihat kecewa atas pilihan Gerindra yang berkoalisi dengan Jokowi.

Hal itu membuatnya menilai pemilu yang sudah terjadi menjadi sia-sia.

“Tetapi ternyata kalau kita sekarang setelah pemilu akhirnya bersatu juga, rasanya sebenarnya kita bagi-bagi duit saja kemarin ya,” ucap Aboe Bakar.

Ia juga menyebut bahwa dana yang habis untuk kampanye atau proses pemilu bisa dibagikan kepada beberapa partai.

Bahkan disebutkannya ada banyak korban dari Pemilu 2019 lalu.

“Bagi-bagi, ini buat partai. Enggak usah repot-repot pemilu, mati banyak sampai 600 sampai berapa itu 700, yang luka-luka yang begini dan sebagainya,” ucap Aboe Bakar.

Lihat video pada menit ke-5:11:

 

Dari semua partai yang ada di Kabinet Indonesia Maju, tidak ada nama PKS.

PKS diketahui menolak saat mendapat undangan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Kamis (24/10/2019), Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut bahwa partainya akan menjadi oposisi.

Untuk menjadi oposisi pun, PKS ingin agar PAN dan Demokrat turut bersamanya menjadi oposisi.

Mardani Ali Sera mengaku kahwatir dengan bersatunya semua partai dalam satu kelompok.

“Saya agak khawatir nanti yang terjadi adalah bukan lagi adu argumen, adu gagasan dengan kualitas akademis ataupun kualitas kecendekiawanan, tetapi lebih kepada bagaimana kepentingan jangka pendek dan kepentingan kelompok-kelompok tertentu,” ujar Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Selain itu, Mardani Ali Sera juga menyebut demokrasi akan mudur tanpa adanya kelompok oposisi.

Kelompok oposisi tersebut harus muncul agar ada keseimbangan pada pemerintah.

Dengan menjadi oposisi, sistem cek and balance akan berjalan dengan baik.

tribunnews

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...