“Saya Bingung Kasih Tahu Anak Gimana, karena Tahunya Bapaknya Masih di Pangkal Pinang”

193
Ibnu Hantoro dan Hilda Aprilia Istrinya, di Pelni Blok C, Sukmajaya, Depok, Selasa (30/10/2018)

DEPOK — Ibnu Hantoro (33), dokter muda lulusan Universitas Indonesia tahun 2011, menjadi salah satu korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Ibnu terbang ke Pangkal Pinang dengan pesawat Lion Air tersebut untuk menjadi dokter spesialis di sebuah RSUD Pangkal Pinang. Saat mengunjungi rumah Ibnu yang berada di Jalan Pelni, Blok C, Sukmajaya, Depok, Helda Aprilia (31), istri Ibnu, terlihat duduk di ruang tamu bersama kerabat yang datang untuk mengucapkan belasungkawa.

Ia tampak tegar menggendong anak bungsunya yang bernama Fatih, yang masih berumur 1,5 tahun. Matanya terlihat sembap bekas menangis. Baca juga: Sudah Ada 48 Kantong Jenazah Korban Lion Air dan 8 Kantong Properti di RS Polri Ibnu dan Helda mempunyai dua buah hati, dan Farisa (4) merupakan anak pertama mereka.

Kepada awak media, Helda menyebut suaminya merupakan sosok yang penyayang terhadap keluarga, khususnya untuk kedua buah hati mereka. “Dia sayang dan sangat perhatian pada anak-anaknya, tiap di Pangkal Pinang juga sering video call sama anak-anak,” ucap Helda, Selasa (30/10/2018).

Saat suaminya pergi ke Pangkal Pinang, anak pertama mereka menanti-nanti kepulangan sang ayah. “Tiap saya bilang ayah mau pulang, anak saya Farisa pasti nunggu depan pintu terus peluk ayahnya,” ucap Helda. Sampai saat ini, Farisa belum mengetahui ayahnya adalah korban dari maskapai Lion Air yang jatuh.

Hal yang paling berat bagi Helda ke depan adalah menjelaskan keberadaan ayahnya pada anak mereka. Baca juga: Hingga Selasa, Basarnas Sudah Temukan 52 Identitas Korban Lion Air JT 610 “Saya bingung kasih tahu anak saya gimana, karena anak saya tahunya bapaknya masih tugas di Pangkal Pinang,” ucap Helda sambil menahan tangis.

Apalagi, suaminya sudah berjanji mengajak anak mereka liburan pada Desember mendatang. “Dia berencana jalan sama kami berempat Desember ya Allah, (untuk) ajak main anak-anak,” ucap Helda. Helda saat ini berharap suaminya segera bisa segera diketahui nasibnya.

 

.kompas

 

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.