Sandiaga Uno Ungkap Penyebab Tumbangnya Mandala Airlines

414

Sandiaga Uno membongkar rahasia tumbangnya Maskapai Penerbangan Mandala Airlines di dunia penerbangan khususnya di Indonesia. Sandi yang merasa tertantang menggeluti bisnis di bidang penerbangan itu, melakukan revitalisasi Maskapai penerbangan Mandala.

Perubahan besar-besaran pun dimulai, baik itu dari segi nama hingga manajemen pun dilakukan. Dari semula bernama Mandala Airlines diubah menjadi Tigerair Mandala. Tigerair, merupakan salah satu anak perusahaan dari Maskapai ternama di dunia yakni Singapore Airlines.

“Saya waktu itu pernah mencoba peruntungan usaha dibidang penerbangan. Saya waktu itu tertantang karena ada satu perusahaan maskapai yang begitu fenomenal. Di awal, dibanggakan sebagai salah satu maskapai yang pertama dan diunggulkan sehingga dia punya kode penerbangan itu, RI (Republik Indonesia). Mandala waktu itu, sempat juga terbang ke Padang. Saya coba merevitalisasi Mandala,” kata Sandiaga saat temu dialog dengan penggerak OKE OCE di Rajo Corner Kota Padang, seperti dikutip dari VIVAnews, Kamis 12 September 2019.

Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, pesatnya pertumbuhan usaha kelas menengah, ditambah lagi Indonesia memiliki banyak destinasi wisata, menjadi pertimbangan Sandi untuk terjun ke bisnis penerbangan saat itu. Dia pun tertarik merevitalisasi Mandala.

Meski diawal-awal sudah direncanakan sedemikian rupa dan merasa optimistis jika bisnis penerbangan yang ia geluti ini akan berjaya, tapi Sandi harus menelan pil pahit. Tak sampai dua tahun, Tigerair Mandala kemudian memutuskan untuk undur diri dari dunia penerbangan.

Sudah direncanakan matang

Padahal saat itu kata Sandi, semua rencana sudah dipersiapkan dengan sangat matang. Mulai dari bermitra dengan perusahaan Singapore Airlines, mendapatkan kepercayaan dari pemodal-pemodal besar hingga manajemen sudah dilakukan. Namun ternyata, perkiraan Sandi yang awalnya merasa tertantang dan yakin akan sukses di bisnis ini, ternyata meleset bahkan berujung tutup.

Gagalnya bisnis ini kata Sandi, disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya, rute penerbangan, parkir area, tingginya harga bahan bakar avtur dan naiknya nilai tukar dolar waktu itu. Faktor ini menurut Sandi, tidak diprediksi sebelumnya. Meski demikian, Sandi mengaku banyak memetik pelajaran berharga dari kasus kegagalan ini.

“Mitra sudah, kepercayaan dari pemodal besar sudah, manajemen sudah. Bagaimana yang lain? oh harus memiliki rute. Nah, disinilah hal yang kadang kita tidak bisa prediksi terjadi tanpa kita bisa memberikan suatu solusi. Pada saat itu, saya berfikir karena kedekatan dengan pemerintahan, kita akan mendapatkan rute. Ternyata ini bisnis yang sangat sulit. rute-rute tersebut sudah dikapling oleh perusahaan-perusahaan. Akhirnya, mandala susah sekali mendapatkan rute,” tutur Sandiaga yang pernah maju sebagai calon wakil presiden periode 2019-2024.

Sandi menjelaskan, setelah berusaha, akhirnya mandala mendapatkan rute Jakarta-Medan. Rute itu menurut Sandi, adalah rute gemuk. Tapi lagi-lagi Tigerair Mandala dihadapkan dengan situasi yang tidak menguntungkan. Rute yang diberikan kepada Tigerair Mandala itu memiliki jadwal berangkat pukul 03.45 WIB dini hari. Saking paginya kata Sandi subuh saja belum.

Kemudian soal parkir. Menurut Sandi, untuk mendapatkan area parkir pesawat ternyata tidak mudah. Karena area parkir juga dikontrol. Ditambah lagi harga bahan pokok, avtur waktu itu naik 20 persen dalam kurun waktu tidak sampai tiga bulan. Dan kurs dolar juga pada saat itu sedang tinggi, tidak sampai satu tahun sudah mencapai Rp12 ribu.

“Nah itu, sebelumnya tidak kita prediksi. Alhasil, investasi yang sudah direncanakan dengan sangat matang, bermitra dengan salah satu perusahaan terbaik di dunia, tidak sampai dua tahun Mandala yang baru saja kita revitalisasi akhirnya tutup kembali,” kata dia. viva

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here