Sampoerna Rumahkan 7.894 Karyawan, Musni Umar: Ikut Sedih karena Saya Pernah Alami

258
Musni Umar

Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Prof Musni Umar mengaku turut prihatin dengan dirumahkannya 7.894 karyawan salah satu perusahaan rokok yakni PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk atau HM Sampoerna (HMSP).

Hal itu diungkapkan melalui unggahan di akun media Twitter-nya @musniumar.

Musni Umar juga berharap agar pandemi COVID-19 segera berakhir. Sebab menurutnya, jika masih berlanjut, karyawan yang dirumahkan akan berpotensi kena PHK.

“Saya ikut sedih 7.894 karyawan dirumahkan, sebab saya pernah alami yang mereka alami sekarang. Semoga Corona segera berakhir. Jika sampai tahun depan corona masih merajalela, mereka yang dirumahkan berpotensi di-PHK,” cuitnya seperti dikutip oleh Akurat.co, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Seperti diketahui, emiten rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) turut terdampak pandemi COVID-19. Perseroan memutuskan untuk merumahkan sebanyak 7.894 karyawan sebagai imbas dari pembatasan operasional pabrik.

Dalam penjelasannya di laman keterbukaan informasi, manajemen HM Sampoerna menyatakan, jumlah karyawan yang dirumahkan tersebut terhitung sejak periode Januari 2020.

Pada saat ini, jumlah karyawan HMSP baik tetap maupun tidak tetap yang terdampak pandemi sebanyak 22.968 karyawan.

Sebelumnya, perseroan telah menghentikan sementara kegiatan produksi di dua pabrik di Surabaya, yakni Rungkut 2 per 27 April 2020 dan Rungkut 1 pada 11 Mei 2020, setelah karyawan perusahaan dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (COVID-19), dan kembali mulai beroperasi pada 9 Juni 2020. []

Sumber Berita / Artikel Asli : Akurat

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...