Salah Paham Perusakan Musala di Tumaluntung, Putri Gus Dur Geram

495

Putri mantan presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid angkat bicara mengenai perusakan musala di Perumahan Agape, Tumaluntung, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan beribadah merupakan hak konstitusi.

Hal itu disampaikan oleh Alissa melalui akun Twitter miliknya @alissawahid. Ia mendesak agar pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjamin kemerdekaan beribadah warga muslim di Tumaluntung.

Kemerdekaan beribadah sesuai agama atau keyakinan adalah hak konstitusi. Negara harus menjamin dan melindunginya, termasuk bagi kelompok minoritas agama,” kata Alissa seperti dikutip Suara.com, Jumat (31/1/2020).

Alissa juga mengunggah sebuah foto spanduk alasan penolakan warga terhadap pembangunan musala. Dalam spanduk tersebut tertulis warga tidak ingin terganggu dengan kebisingan toa musala.

Ini sudah masuk kategori hate-speech. Akibat dari mayoritarianisme dimana yang mayoritas merasa lebih berhak,” ungkapnya.

Spanduk berisi alasan penolakan pembangunan musala di Tumaluntung (ist)
Spanduk berisi alasan penolakan pembangunan musala di Tumaluntung (ist)

Alissa menilai seharusnya negara bertindak dengan menggunakan parameter hak konstitusi warga, bukan berdasarkan menjaga harmoni sosial. Ia mendesak agar pemerintah segera turun tangan dalam kasus ini.

Biar tidak makin banyak konflik terbuka seperti ini,” ungkapnya.

Untuk diketahui, video perusakan musala tersebut diunggah oleh Ketua Cyber Indonesia Husin Alwi dalam akun Twitter pribadinya, @HusinShihab, Kamis (30/1/2020).

Tampak dalam video, sejumlah orang masuk ke dalam musala dan melakukan pengrusakan. Sambil berteriak, mereka menghancurkan dinding, mencopot tirai, dan merusak pagar. suara

Alissa Wahid geram tahu kabar perusakan musala di Tumaluntung (Twitter/alissawahid)
Alissa Wahid geram tahu kabar perusakan musala di Tumaluntung (Twitter/alissawahid)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...