Saeful Ngaku Uang Suap Wahyu Setiawan dari Hasto, Petinggi PDIP Bungkam

453
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto

JAKARTA – Pemberi suap komisioner KPU Wahyu Setiawan, Saeful Bahri mengaku bahwa uang suap tersebut berasal dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Uang suap Rp900 juta itu diberikan terkait pergatian antar waktu anggota DPR RI Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Sebagai gantinya, posisi tersebut diberikan kepada politisi PDIP, Harun Masiku.

Pernyataan itu diungkap Saeful kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (10/1) dini hari.

Saat itu, Saeful tengah digelandang petugas ke mobil tahanan untuk dijebloskan ke Rutan KPK.

Awak media pun lantas mencecarnya dengan pertanyaan yang sama berkali-kali.

Awalnya, Saeful bungkam. Namun, sesaat kemudian, dengan wajah kesal Saeful pun mengiyakan pertanyaan wartawan.

“Duitnya dari Hasto?” cecar wartawan.

“Iya, iya (uang suap dari Hasto),” ucap Saeful sambil memasuki mobil tahanan.

Sementara, Wahyu Setiawan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan koleganya di KPU.

“Mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. kepada Ketua dan anggota KPU RI, dan kepada seluruh jajaran KPU seluruh Indonesia,” kata Wahyu di Gedung KPK, Kamis (9/1) malam.

Ia menyebut bahwa kasus yang membelitnya murni masalah pribadi. Karena itu, dia berjanji untuk kooperatif dan menghormati proses hukum yang sedang dilakukan KPK.

“Insya Allah sebagai warga negara, saya akan menghormati proses hukum dan saya juga akan melakukan upaya-upaya sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Saat ditanya apakah benar duit suap yang diterimanya berasal dari Sekjen PDIP Hasto Kristyanto, Wahyu tak membantah.

Meski begitu, Wahyu meminta wartawan menanyakan langsung kepada penyidik.

“Oh tanya penyidik,” kata Wahyu sambil tersenyum.

Redaksi mencoba mengonfirmasi kepada sejumlah politisi dan pejabat partai berlambang kepala banteng hitam itu.

Mereka ditanya soal terkait pernyataan Saeful yang menyeret nama Hasto Kristiyanto.

Redaksi sudah mencoba menghubungi Puan Maharani, TB Hasanuddin, Bambang Wuryanto, Arteria Dahlan dan Charles Honoris. Tapi belum merespons.

Barang kali mereka belum respons karena sedang ada persiapan Rakernas dan HUT PDIP pada 10-12 Januari 2019.

Anggota Fraksi PDIP DPR Masinton Pasaribu mengatakan, saat ini partai memang tengah disibukkan dengan kegiatan Rakernas dan juga persiapan HUT.

“Kami lagi persiapan HUT PDI Perjuangan dan Rakernas,” singkat Masinton, Kamis (9/1).

(rmol/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...