Saat KPK ‘obok-obok’ Rumah James Riady Terkait Suap Meikarta, Netizen Malah Sindir Soal ‘Buku Merah’

1211
James Riady

KPK menggeledah rumah CEO Lippo Group, James Riady terkait kasus dugaan suap proyek Meikarta ke Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin. Penggeledahan juga dilakukan di 4 lokasi lainnya.

“Setelah lakukan penggeledahan di 5 lokasi sejak Rabu siang sampai tengah malam tadi, penyidik melanjutkan kegiatan tersebut ke 5 tempat lain hingga pagi ini, yaitu apartemen Trivium Terrace, rumah James Riady, Dinas PUPR (Pemkab Bekasi), Dinas LH (Pemkab Bekasi), Dinas Damkar (Pemkab Bekasi),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (18/10/2018).

Selain itu Febri mengatakan KPK telah menyita sejumlah barang bukti terkait kasus ini dari penggeledahan sebelumnya. Barang yang disita antara lain, dokumen terkait perizinan oleh Lippo ke Pemkab, catatan keuangan, dan barang bukti elektronik seperti komputer dan lainnya. “Total lokasi penggeledahan sejak kemarin siang hingga pagi ini di 10 lokasi di Tangerang dan Bekasi,” ucapnya.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan sembilan orang tersangka, dengan 5 orang diduga sebagai penerima, dan 4 orang diduga sebagai pemberi. Para tersangka dari jajaran Pemkab Bekasi itu diduga menerima Rp 7 miliar sebagai bagian dari fee fase pertama yang bernilai total Rp 13 miliar. Duit itu diduga terkait perizinan proyek Meikarta.

Namun demikian, disaat KPK tengah sibuk melakukan pengembangan kasus suap ini, para netizen di media social justru ramai perbincangkan soal ‘buku merah’ yang disebut-sebut menyeret nama besar Kapolri Tito Karnavian. (Baca juga: Buku Merah Hilang, Netizen Pertanyakan Integritas KPK).

Berikut pantauan redaksi Eveline soal kabar KPK geledah rumah James Riady terkait suap Meikarta. “Mari kita dukung KPK menjalankan tugasnya untuk kasusMeikarta tampa melupakan buku merah”, tulis akun Ardiansa nampak bermaksud mengingatkan KPK. Sedang akun lain berharap KPK mendapatkan barang bukti baru, “Buku yg ada aja malah rusak dan raib..moga benar2 dpt brg bukti yg baru dan madih ada nyantol nama oknum tertentu yg rame diindikasikan nerima aliran dana meikarta..”, disampaikan akun Suteja Agus.

Sindiran soal ‘buku merah’ kembali dilontarkan netizen bernama Rantauwatie Anshory, “yaaaa … KPK ga bs nemuin buku merah deehh … bukunya sdh di WANTEX jd pelangi”. Hingga netizen menduga kasus ‘buku merah’ akan menguap, “kasus buku merah bakalan menguap keknya..??”, dituliskan akun Ardi Yono.

eveline

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here