Rupiah Dibuka Loyo Saat USD Keok Lawan Euro dan Yen

229
Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini melanjutkan pelemahan pada setelah kemarin ditutup terjungkal. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini melanjutkan pelemahan pada setelah kemarin ditutup terjungkal. Pelemahan rupiah ini di tengah menguatnya euro dan yen terhadap USD.

Data Bloomberg pagi ini dibuka lesu di level Rp13.376/USD dari penutupan sebelumnya di level Rp13.370/USD. Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.366-Rp13.379/USD.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.375/USD. Posisi ini melemah dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.360/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah terlihat stabil ke level Rp13.371/USD dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.370/USD.

Di sisi lain posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini mendatar ke level Rp13.370/USD dibanding kemarin dilevel yang sama. Namun pada pukul 10.06 WIB bergerak melemah ke level Rp13.372/USD dengan kisaran Rp13.358-Rp13.375/USD.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/3/2017), USD gelisah di perdagangan Asia hari ini karena investor menunggu dengan cemas untuk melihat petunjuk apa yang akan dilontarkan oleh Federal Reserve (The Fed) terkait outlook kebijakan moneter.

USD terhadap yen turun 0,1% menjadi 114,67, setelah pekan lalu setinggi 115,51, yang merupakan level tertinggi sejak 19 Januari sebagai harapan untuk menaikkan suku bunga.

“Saya pikir USD mungkin akan kesulitan di atas level 115 hari, dengan eksportir Jepang masih berusaha untuk menjual di atas itu menjelang akhir tahun fiskal Jepang bulan ini,” kata Kaneo Ogino, analis Global-info Co di Tokyo.

Poundsterling terhadap USD merawat kerugian setelah jatuh ke level terendah dalam delapan pekan di level 1,2110 di sesi sebelumnya, di tengah kekhawatiran tentang proses yang lama dan menyakitkan atas keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Euro terhadap USD naik tipis 0,1% menjadi 1,0613 setalah pada Senin kemarn berada di level 1,0714, puncak paling tinggi sejak awal Februari, karena kekhawatiran tentang spekulasi pasar Belanda bahwa Bank Sentral Eropa terkait program stimulus tersebut. | SINDO


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

Loading...