Rumah Laode M Syarif Ternyata Diserang 2 Bom Molotov

334

JAKARTA – Teror bom molotov di kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif ternyata bukan satu, tapi dua bom molotov.

Diduga, serangan teror itu terjadi di Jalan Kalibata Selatan No. 42 C RT 01/04 Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019) dini hari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan, dari hasil olah TKP, pihaknya menemukan ada dua bom molotov.

Satu bom molotov meledak, sedangkan satunya masih utuh.

“Ada dua botol, isinya bahan bakar. Yang pertama tidak nyala dan tidak pecah masih utuh. Yang kedua pecah (meledak),” ujar Argo di Mabes Polri, Rabu (9/1).

Saat ini, tim dari gabungan dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya masih menyelidiki teror di rumah pimpinan KPK itu.

“Saat ini penyidik sedang bekerja, kita tunggu saja. Kita beri waktu, kesempatan. Kalau hasil sudah ada kami sampaikan di media,” kata Argo.

Soal apakah ada CCTV yang merekam orang mencurigakan di rumah Laode, Argo tidak bisa membeberkannya.

“Itu bagian dari teknis penyidikan,” tegasnya.

Untuk diketahui teror bom molotov itu baru diketahui sekitar pukul 05.30 WIB oleh Bambang, sopir Laode M Syarif.

Saat itu, ia melihat pecahan botol kaca, sumbu dan minyak tanah di lantai.

Mengetahui hal itu, Bambang langsung melaporkannya kepada Laode yang lantas memeriksa rekaman CCTV di rumahnya itu.

Dalam rekaman CCTV, terlihat bahwa peleparan bom molotov itu terjadi pada Selasa (8/1/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.

Sebelum pelemparan, tampak orang tak dikenal melakukan aktivitas di depan gerbang kediaman Laode.

Sementara, salah seorang tetangga Laode, Anita (39) mengaku mendengar suara botol pecah pada Rabu (9/1) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Tak hanya itu, ia juga mendengar suara motor yang digeber dengan kecepatan tinggi sesaat sebelum suara botol pecah itu ia dengar.

“Semalam dengar motor kenceng, terus ada yang ngelempar ke gang, bunyinya seperti botol pecah. Lalu bunyi ‘blukk’” bebernya, Rabu (9/1).

Sementara, Suwarni (59) seorang pedagang kue yang bisa melintas di sekitar kawasan tersebut juga mengaku melihat ada botol pecah dan sumbu di depan garasi kediaman Laode.

Suwarni mengira, bahwa pecahan botol dan sumbu itu adalah pecahan bohlam lampu, bukan molotov.

“Masih sepi, sekitar jam 05.00 tadi lihat, saya kira itu lampu pecah, bukan molotov,” bebernya.

Suwarni baru mengetahui bahwa itu bom molotov adalah ketika ia lewat lagi di depan rumah Laode.

“Jam 06.30 lewat lagi. Pasa sopir (Laode) datang. Kemudian pembantunya dari dalam teriak ada bom,” tuturnya.

“Ada apa Pak Bambang, ada bom molotov,” ujar Suwarni yang menyaksikan kejadian pagi itu.

Tak lama kemudian, Laode bersama istrinya keluar rumah dan langsung menghubungi polisi untuk melaporkan kejadian.

“Saya cuma lihat aja (mereka) keluar. Lalu telepon,” kata dia.

(jpg/ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...