Rocky Gerung Tak Membenci Pemerintahan Jokowi, Kok Bisa?

585
Rocky Gerung

Filsuf yang juga pengamat politik Rocky Gerung mengaku tidak membenci pemerintah dan percaya bahwa politik Indonesia akan tumbuh kembali di dalam kondisi akal sehat bila kampus tetap mempertahankan kritisisme.

“Jadi, pastikan bahwa pikiran kita di kampus ini, kritik kita di kampus ini turun sampai di pos kamling di desa-desa kalian. Dengan cara itu, kita mengawal perubahan. Saya tidak membenci pemerintah, saya membenci cara pemerintah berbohong,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (11/1/2019).

Rocky mengatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam Refleksi Awal Tahun “Nalar Demokrasi Kita: Antara Akal Sehat dan Akal Miring” yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PSDKP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Aula A.K. Anshori, Gedung Rektorat UMP.

Rocky Gerung percaya dari ruang-ruang kelas Muhammadiyah akan tumbuh IQ nasional karena berdasarkan informasi yang diterimanya, hingga saat ini telah ada 178 perguruan tinggi Muhammadiyah.

Jika dari satu kampus menghasilkan sekitar 3.000 sampai 4.000 mahasiswa, dalam 1 tahun akan ada 700.000-an mahasiswa dari perguruan tinggi Muhammadiyah.

Dengan demikian, kata dia, dalam 5 tahun akan ada sekitar 3,5 juta pikiran bermutu dari Muhammadiyah.

“Saya percaya bahwa Indonesia akan diterangi ulang oleh demokrasi akal sehat bila matahari Muhammadiyah memberi terang 24 jam di Indonesia,” katanya.

Rocky mengajak mahasiswa UMP untuk mengajukan semacam keyakinan bahwa harus terjadi perubahan supaya bangsa Indonesia bisa tegak kembali.

Menurut dia, saat sekarang bangsa Indonesia dijebakkan dalam ketegangan terus-menerus karena ada kecemasan pada kekuasaan.

Untuk mengubah kekuasaan, lanjut dia, tidak sekadar melalui argumentasi karena argumentasi berfungsi untuk mengritik kekuasaan.

Akan tetapi, mengubah kekuasaan, kata dia, memerlukan suara dan kotak suara.

“Saya percaya bahwa politik Indonesia akan tumbuh kembali di dalam kondisi akal sehat bila kampus tetap mempertahankan kritisisme,” katanya.

Sementara itu, Direktur PSDKP UMP Anjar Nugroho mengatakan bahwa demokrasi yang sudah dijalankan melalui proses pemilu dalam memilih pemimpin di republik ini harus dijalankan dengan akal sehat, bukan akal miring.

“Jangan sampai ada pembodohan kepada masyarakat kita dalam pemilu sehingga yang tumbuh itu akal sehat bukan akal miring,” katanya.

Ketika mendengar usulan Rocky Gerung melalui media massa bahwa harus ada forum kandidat calon presiden dan calon wakil presiden di kampus, Rektor UMP Syamsuhadi Irsyad mengatakan bahwa pihaknya siap menjadi tempat pertama penyelenggaraan kegiatan itu.

Menurut dia, hal itu disebabkan UMP memiliki lebih dari 12.000 mahasiswa dari berbagai daerah di seluruh Indonesia serta guru besar dan doktor dari berbagai bidang yang siap menguji kualitas para calon capres/cawapres.[] akurat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.