Rocky Gerung Sebut Krisis Kepemimpinan di Indonesia Disebabkan Aturan yang Dibuat Oligarki, Ini Penjelasannya

245
Rocky Gerung

Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung menyebut krisis kepemimpinan di Indonesia disebabkan oleh aturan yang dibuat oligarki.

Ketika Refly Harun bertanya kepada Rocky Gerung terkait pernyataan kuasa hukumnya, Haris Azhar yang menilai mantan dosen di Universitas Indonesia (UI) tersebut layak menjadi wakil publik berdasarkan pertanyaan oleh, dia justru memberikan jawaban apabila dirinya justru berada di posisi Haris Azhar.

Rocky Gerung mengaku menjagokan Haris Azhar sebagai sosok yang layak untuk menjadi pemimpin bagi rakyat Indonesia.

“Saya justru berpikir terbalik sebetulnya tuh, kalau saya yang ditanya saya akan sebut.. ya nggak ada cara lain selain menjagokan Haris Azhar karena akhirnya kita insider trading,” kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Refly Harun pada Selasa, 28 September 2021.

Rocky Gerung mengatakan, saat ini banyak orang yang kehilangan harapan terhadap sosok pemimpin yang saat ini memimpin Indonesia (secara legal).

Bahkan akibat hal tersebut, banyak masyarakat Indonesia yang terpaksa memilih pemimpin yang ‘seadanya’ saat pemilu berlangsung.

“Di luar sana, orang kehilangan harapan sehingga terpaksa orang mencari stok yang sebetulnya bukan di situ tempatnya. Keterpaksaan, tidak ada akar rotan pun berguna,” ujarnya.

Rocky Gerung menegaskan bahwa hal tersebut mengindikasikan bahwa krisis kepemimpinan di Indonesia merupakan sebuah fakta yang nyaris tak dapat dibantah, meski banyak sosok bibit pemimpin ideal di negeri ini.

“Jadi keadaan itu yang memperlihatkan bahwa krisis kepemimpinan betul-betul serius ada di kita. Bukan pemimpinnya yang gak ada, tapi cara merekrut pemimpin itu,” katanya.

Rocky Gerung menilai, ketentuan seperti presidential treshold menjadi salah satu penghalang lahirnya sosok pemimpin berkualitas di Indonesia.

Bahkan, seringkali beberapa orang yang ingin maju dalam pemilu harus memberikan upeti kepada partai politik tertentu atau bahkan melakukan money politics jika ingin terpilih atau bahkan menang.

“Banyak pemimpin di kita, tapi mesti lewat treshold, mesti lewat upeti, mesti money politics, macem-macem kan?,” ujar dia.

Rocky Gerung menyayangkan banyaknya bibit calon pemimpin yang unggul namun tak dapat tampil dalam panggung politik Indonesia (melalui pemilu) karena sejumlah aturan yang pro oligarki.

Bahkan, dia menilai aturan tersebut sengaja dibuat oleh oligarki sehingga secara tak langsung turut berperan dalam memperpanjang krisis kepemimpinan di Indonesia.

“Orang baik, orang bagus, orang yang mampu untuk melihat masa depan bertebaran di seluruh Nusantara, cuma dipagari oleh aturanaturan yang sifatnya oligarki. Tetapi aturan itu dibuat supaya untuk menghalangi (potensi calon pemimpin yang bersih),” tuturnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here