Rocky Gerung Misalkan Anies dan Ahok Capres-Cawapres 2024, Politisi Nasdem: Badut kok Dipelihara

530

Politisi Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago sempat menginterupsi penjelasan pengamat politik Rocky Gerung.

Irma Suryani Chaniago menginterupsi penjelasan Rocky Gerung saat keduanya menjadi bintang tamu di acara ‘Indonesia Lawyers Club (ILC)’ dengan topik #AniesdiBully pada Selasa, (13/8/2019).

Awalnya, Rocky Gerung menilai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bisa berhenti di-bully atau dirundung masyarakat jika dirinya mencalonkan diri menjadi presiden bersama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok sebagai wakilnya.

Rocky Gerung mencontohkan, Anies dan Ahok bisa menjadi Capres dan Cawapres dengan Nasdem sebagai partai pengusung.

“Misalnya tiba-tiba Nasdem secara radikal, mencalonkan Anies calon presiden 2024, Ahok adalah wakil presidennya, kita pikir berhenti itu bullying itu,” ucap Rocky Gerung dikutip TribunWow.com dari unggahan channel Youtube, Indonesia Lawyers Club pada Rabu (14/8/2019).

Menurut Rocky Gerung, hal itu bisa terjadi mengingat Anies dan Ahok merupakan penggagas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nasdem.

“Karena difasilitasi, kan dua-duanya LSM Nasdem kan, penggagas kan Ahok dan Anies. Ini masuk akal saja kan?,” ungkapnya.

“Nah itu yang kita mau lihat sebetulnya…,” sambung Rocky Gerung.

Namun, belum selesai Rocky Gerung memberikan penjelasan, Irma Chaniago lantas memotong pembicaraan pengamat politik tersebut.

Irma tampak kecewa dengan pernyataan Rocky Gerung.

Sadar penjelasannya dipotong, Rocky Gerung tampak kesal.

Ia sedikit membenturkan mikrofon ke meja.

Irma sendiri tidak terima bahwa Nasdem akan mencalonkan Anies dan Ahok pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Bahkan, Irma tak segan menyebut Rocky Gerung sebagai badut.

“Badut ini ngomong apa sih? Ini badut kok dipelihara di sini. Mana ada Nasdem mencalonkan Anies dan Ahok,” kata Irma.

Rocky Gerung menjawab itu hanya sebuah perumpamaan.

“Dia enggak tahu saya bikin tot experiment di kepala,” jawab Rocky Gerung.

Irma kembali membalas bahwa setiap perkataan di ILC menjadi perhatian publik Indonesia.

Sehingga, setiap bintang tamu harus hati-hati menjaga lisannya.

“ILC ini dikontrol oleh orang seluruh Indonesia, jangan lagi disebut-sebut lagi Beliau mengatakan tempat ngibul, gitu lo,” tegas Irma.

Irma secara blak-blakan mengatakan dirinya malas menjadi bintang tamu jika ada Rocky Gerung.

“Jadi ILC ini terdegradasi, males jadinya kalau ada orang ini, susah. Sorry Pak Karni,” protes Irma.

Saking kesalnya, Irma langsung memilih untuk fokus pada ponselnya.

Melihat protes tersebut, sejumlah hadirin yang datang justru tertawa.

Lalu, Rocky Gerung mengatakan, cara terbaik untuk menanggapi interupsi Irma tersebut dengan tepuk tangan.

“Dia sebut saya badut,” balas Rocky Gerung.

“Melayani bullying itu adalah dengan tepuk tangan saja,” ujar Rocky Gerung.

Padahal, Rocky Gerung sudah menegaskan dirinya hanya membuat pengandaian jika Anies dan Ahok menjadi Capres dan Cawapres 2024.

“Karena dia berusahan larang saya buat tot experiment, bikin asumsi di kepala sebagai hipotesis untuk menguji.”

“Ini bullyingnya motifnya apa? makanya saya ujikan seandainya Anies dipasangkan dengan Ahok, saya pake kata seandainya Badut enggak mungkin pakai kata seandainya, ini tadi reaksi seorang Badut,” balas Rocky Gerung.

Pada ILC kali ini mengusung tema Anies Baswedan kerap menjadi sasaran Bully.

Anies Baswedan sering dibully oleh sebagian masyarakat soal polemik reklamasi hingga perkara polusi.

Lihat videonya mulai 2:17:

 

Anies dan Nasdem

Sekertaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G Plate, membantah kabar bahwa Partai Gerindra akan mendukung Anies Baswedan untuk mencalonkan diri pada pilpres 2024 mendatang.

Menurut Johnny G Plate, kabar dukungan partai Nasdem pada Anies Baswedan menjadi calon presiden 2024 itu hanyalah pelintiran media, seperti yang TribunWow.com dari Kompas.com, Rabu (24/7/2019).

Partai Nasdem disebutnya belum memberikan pernyataan apapun perihal dukungan yang akan diberikan kepada Anies.

“Itu dipelantar-pelintir, kan tadi ada konferensi pers. Kalau belum dengar putar aja di Metro (TV), sudah menyimpang saja. Siapa yang mainin, siapa yang bilang? Tidak ada sama sekali yang bilang capres,” lanjut Johny.

Ia menilai dalam pertemuan yang diadakan di Gedung DPP Nasdem Rabu (24/7/2019) lalu, Partai Nasdem hanya meminta Anies Baswedan untuk bekerja keras memajukan DKI Jakarta.

Hal itu tak dapat disimpulkan sebagai pertanda dukungan partai Nasdem pada Anies Baswedan untuk mencalonkan diri di Pilpres 2024 mendatang.

“Pak Surya bilang kinerja Anies itu bisa ditingkatkan. Kami harapkan itu ditingkatkan untuk kepentingan warga Jakarta. Kami bukan pendukung Anies, tapi untuk kepentingan warga Jakarta kami harus dukung Anies untuk Jakarta maju,” ucap Johnny.

Lebih lanjut Johnny menyampaikan bahwa Partai Nasdem belum membicarakan tentang Pilpres 2024, mengingat presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024 pun belum resmi dilantik.

“Enggak ada ngomong gitu. Kalau mau ditanya bagaimana pelantikan presiden, bagus hebat. Kok ngomong 2024, yang ini (Jokowi-Ma’ruf) aja belum dilantik,” ujar Johny.

Sebelumnya, Surya Paloh menyinggung soal Pilpres 2024 dan Anies Baswedan.

Hal itu disampaikan sang Ketua Umum Partai Nasdem setelah pertemuannya dengan Anies di Gedung DPP Partai Nasdem, Rabu (24/7/2019) lalu.

Surya Paloh menyarankan Anies untuk menjalankankan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan baik, karena sosoknya tak hanya dibutuhkan oleh warga Jakarta namun juga seluruh warga Indonesia.

Saat wartawan memastikan apakah Nasdem akan mendukung Anies pada Pilpres 2024, Surya Paloh menyerahkan keputusan kepada Anies Baswedan.

“(Pilpres) 2024 kan tergantung Anies. Niatnya sudah pasti ada di situ, semua niat-niat baik harus terjaga asal baik,” kata Surya Paloh

tribunnews

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here