RN Sentil Faldo yang Sebut Mural ‘Jokowi 404 Not Found’ Melawan Hukum: Luar Biasa, Sudah Berapa Hari di Istana

295

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Faldo Maldini belum lama ini nampak menanggapi perihal mural Jokowi yang dihapus polisi.

Sebelumnya, diketahui terdapat mural bergambarkan potret Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tulisan ‘404 Not Found’.

Mural ‘Jokowi 404 Not Found’ tersebut berada di kolong jembatan layang Jalan Pembangunan 1, Batujaya, Batuceper, Tangerang.

 

Kendati demikian, mural ‘Jokowi 404 Not Found’ telah dihapus oleh pihak Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Batuceper.

Menanggapi hal tersebut, Faldo Maldini lantas buka suara. Menurutnya, mural tersebut sah jika memperoleh izin.

Disisi lain, Politisi PSI tersebut juga menilai bahwa mural tersebut tidak sah jika tidak mengantongi izin, maka aksi tersebut melawan hukum.

“Jadi, mural itu, gak salah. Kalau ada izinnya. Kalau tidak, berarti melawan hukum, berarti sewenang-wenang,” ucap Faldo Maldini dilansir Galamedia dari akun Twitter @FaldoMaldini pada Sabtu, 14 Agustus 2021.

 

Untuk itu, jika mural tersebut tidak berizin maka sudah semestinya ditindak tegas.

“Makanya kami keras. Ada hak orang lain yang dicederai, bayangkan itu tembok kita, yag tanpa izin kita,” ujarnya.

Dalam unggahannya, Faldo Maldini menilai bahwa penghapusan mural tersebut adalah bentuk peringatan kepada orang-orang yang bertindak sewenang-wenang.

“Orang yang mendukung kesewenang-wenangan harus diingatkan,” tuturnya.

Meski begitu, Faldo Maldini yang juga merupakan Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Stafsus Mensesneg) tersebut menegaskan bahwa yang salah bukan kritiknya melainkan tindakan kesewenang-wenangnya.

 

Terlebih, Faldo Maldini mengungkapkan bahwa setiap Warga Negara Indonesia (WNI) harus dilindungi dari tindakan sewenang-wenang.

“Sekali lagi, sata minta maaf, agak keras. Yang jadi masalah, bukan konten atau kritiknya. Kritik selalu terus dijawab dengan kinerja yang baik,” jelasnya.

“Tapi ini tindakan yang sewenang-wenang. Setiap warga negara harus dilindungi dari tindakan yang sewenang-wenang,” tambahanya.

Dalam cuitan terkahirnya, Faldo mengungkapkan bahwa kritik tidak akan mengurangi motivasi pemerintah dalam mengatasi pandemi covid-19.

Untuk Itu, Staf Khusus Menteri Sekretari Negara tersebut juga menegaskan bahwa saat ini pemerintah tengah fokus dalam mengatasi pandemi covid-19.

“Kami sangat berharap, hari ini kita sama-sama menjaga. Kritik dan hinaan seperti apapun tidak akan mengurangi motivasi kami menjawab persoalan pandemi yang menghantam seluruh negara di dunia ini,” terangnya.

“Kami terus berfokus di situ,” ujar Faldo Maldini.

Pernyataan Faldo Maldini terkait polemik mural tersebut kemudian mendapat tanggapan dari politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik.
Sontak Rachland Nashidik menyinggung Faldo Maldini yang beberapa lalu baru diangkat menjadi Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara.

“Luar biasa. Sudah berapa hari di istana?” ujarnya dilansir Galamedia dari akun Twitter @rachlannashidik pada Sabtu, 14 Agustus 2021.

Seperti yang diketahui bahwa Faldo Maldini saat ini merupakan staf khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno di bidang komunikasi dan media. Ia pernah menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI).***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here