Ribut Pemecatan Helmy Yahya, Muncul Wacana Dewas TVRI Minta Mobil BMW

312
Logo baru TVRI

Keributan antara Dewan Pengawas dan jajaran Direksi TVRI belum selesai. Setelah pemecatan Helmy Yahya dari kursi Direktur Utama TVRI, muncul wacana lain yang menjadi sorotan.

Dewas TVRI dikabarkan meminta mobil “yang lebih mahal” kepada direksi. Wacana ini kali pertama diketahui publik melalui sutradara Imam Brotoseno yang membagikan kutipan berita dari Koran Tempo.

Dalam kutipan berita itu, terdapat pernyataan yang menyebutkan anggota Dewas TVRI tidak bersedia menerima mobil Honda Odyssey. Mereka meminta dibelikan mobil BMW, “yang lebih mahal”.

Berdasarkan berita tersebut, permintaan soal pembelian mobil BMW juga dibahas dalam rapat direksi TVRI. Namun tidak disebutkan nama anggota dewas yang meminta.

Menanggapi berita itu, Imam Brotoseno penasaran dan membuat cuitan yang diunggah ke akun Twitter pribadinya, @imanbr, Rabu (29/1/2020).

“Jadi penasaran siapa anggota dewas yang pengen mobil BMW,” tulis Imam.

Selain Imam Brotoseno, wacana Dewas TVRI yang minta mobil BMW juga dikomentari oleh mantan staf Ahok semasa menjadi Gubernur DKI Jakarta, Ismail Al Anshori.

Muncul wacana Dewas TVRI minta mobil BMW (twitter @thedufresne dan @imanbr)
Muncul wacana Dewas TVRI minta mobil BMW (twitter @thedufresne dan @imanbr)

Ia mengunggah ulang cuitan Imam Brotoseno dan menambah komentar yang disebar dalam akun Twitternya, @thedufresne, Rabu (29/1). Menurutnya, orang sering menyalahgunakan jabatan untuk memenuhi keinginan pribadi.

“Seringkali jabatan memang disalahgunakan untuk memenuhi keinginan pribadi yang tidak tercapai. Bisa berupa keinginan beli mobil mahal, jalan2 ke luar negeri, rumah mewah, atau istri cantik,” tulis Ismail.

Untuk diketahui, Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI Arief Hidayat Thamrin menjelaskan, salah satu alasan Helmy Yahya dipecat dari Direktur Utama TVRI karena tayangan Liga Inggris.

Selain Liga Inggris, tayangan asing yang juga disoroti oleh Arief adalah Discovery Channel. Menurutnya, TVRI harus memprioritaskan program-program pendidikan.

“Tupoksi TVRI sesuai visi misi adalah televisi publik. Kami bukan swasta, jadi yang paling utama adalah edukasi, jati diri, media pemersatu bangsa, prioritas programnya juga seperti itu. Realisasinya sekarang kita nonton Liga Inggris. Mungkin banyak yang suka,” ujar Arief dalam rapat dengan Komisi I DPR RI, Selasa (21/1/2020).

Arief mengatakan, Dewas TVRI juga mengkritik kerja sama dengan Discovery Channel. Sama seperti Liga Inggris, tayangan dari saluran media asing itu tak cocok dengan visi misi TVRI. suara

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...