“Ribuan Ikan Mati Mendadak dan Terdampar di Pesisir Pantai Ambon”

1504

Ribuan ekor ikan mendadak mati dan terdampar di beberapa pantai di sejumlah desa di Pulau Ambon dalam beberapa hari terakhir.

Selain ikan, sejumlah jenis biota laut lainnya juga ikut mati secara misterius.

Fenomena langkah ini pun membuat heboh warga di beberapa desa seperti di Desa Rotung dan Hukurila Kecamatan Leitimur Selatan, yang pantainya dipenuhi bangkai ikan.

Yohanes, salah satu warga Desa Hukurila mengatakan, kejadian langka itu terjadi di pesisir Pantai Tihulesy sejak beberapa hari terakhir.

“Kejadian ini sudah sekitar tiga hari lalu, kami khawatir saja tiba-tiba ada banyak ikan yang terdampar di pantai,” kata Yohanes, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (15/9/2019) malam.

Dia mengatakan, karena merasa khawatir, warga tidak ada yang berani untuk mengambil ikan-ikan itu, apalagi untuk mengonsumsinya.

“Kami di sini bilang itu jenis ikan batu-batu, tapi kami takut mengonsumsi jangan sampai ikannya terkena racun,” ujar dia.

Edi, salah satu warga Rutong mengatakan, kejadian terdamparnya ikan di pantai desa mereka, membuat warga bertanya-tanya dengan fenomena langka tersebut.

Ratusan ikan mendadak mati terdampar di pantai Desa Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon, Minggu (15/9/2019) Foto Waty Thenu
Ratusan ikan mendadak mati terdampar di pantai Desa Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon, Minggu (15/9/2019) Foto Waty Thenu (KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY)

“Tidak ada yang mau ambil ikannya. Karena selain takut ikannya tercemari racun ada juga yang beranggapan kejadian itu menjadi sesuatu pertanda,” kata dia.

Dia mengungkapkan, di pantai desa mereka ada ratusan ekor ikan yang mati terdampar dan saat ini mulai memunculkan bau amis menyengat.

Menurutnya ikan-ikan yang terdampar itu merupakan jenis ikan karang.

“Kalau saya tidak tahu persis kapan terdampar, tapi sudah beberapa hari terakhir ini,” ujar dia.

Selain di dua desa tersebut, fenomena yang sama juga terjadi di pantai Desa Waai, Kecamatan Salahutu, belum lama ini.

Pihak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ambon membenarkan adanya kejadian itu.

“Betul sekali kami juga dapat informasi soal itu, selain di Rutong dan Hukurila, juga terjadi di pantai Desa Waai,” ujar Humas LIPI Ambon Rory Dompeipen. (Kompas.com/Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty/Robertus Belarminus)

tribunnews

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here