Reuni 212 Gagal Total, Pengurus Masjid Tak Ada yang Berani Tampung Peserta: Jangan Anggap Kami Musuh

326

Pelaksanaan Reuni 212 gagal terlaksana setelah mendapat penolakan di mana-mana, Kamis (2/12/2021).

Kondisi ini dikeluhkan oleh Ketua Panitia Reuni Presidium Alumni (PA) 212 Eka Jaya.

Eka mengaku tidak perlu dikhawatirkan dari kegiatan tersebut.

Sebab kata dia, aksi tersebut untuk bertujuan damai.

“Jangan anggap kita musuh, rumput itu tidak ada kita injak,” kata dia, seperti dikutip dari Kompas.com.

Eka mengatakan, semua rencana yang sudah diatur gagal.

Sebab ruas jalan menuju ke lokasi acara yakni di Patung Kuda sudah diblokade oleh petugas.

Selain itu acara di Masjid Az-Zikra Bogor juga batal karena tidak mendapatkan izin dari tuan rumah.

Dari pagi massa yang hendak ke Patung Kuda tidak dapat bergerak karena sudah diblokade.

“Agenda dari pagi, dini hari jalan sudah diblokade, kita ke Patung Kuda tapi tidak sampai, akhirnya kita buat agenda aksi damai di sekitaran Jalan Wahid Hasyim,” ujarnya.

Setelah agenda di Jalan Wahid Hasyim, Eka mengatakan agenda kemudian dilanjut dengan acara dialog 100 tokoh di Masjid Jami Nurul Islam, Kampung Rawa Bogo, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Acara dialog ini berlangsung dari pukul 13.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB, tanpa melibatkan massa dalam jumlah besar.

“Kita di Bekasi kita dialog bersama tokoh, tentang menyelamatkan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Dipilihnya Masjid Jami Nurul Islam Bekasi lantaran terpaksa karena panitia kesulitan mencari tempat.

Eka melanjutkan, Masjid di Jatiasih Bekasi diputuskan sebagai lokasi acara sekitar pukul 06.00 WIB.

“Alasannya apa (Masjid Bekasi yang dipilih), karena di tempat ini panitianya paling siap, semua masjid yang kita datangi, tidak berani,” uja Eka.

Bahkan Masjid Az-Zikra Bogor yang semula bakal dijadikan tempat berlangsungnya acara Reuni 212, batal dilaksanakan karena tak dapat izin tuan rumah.

Eka menyebutkan, keluarga Almarhum Ustaz Arifin Ilham tidak memberikan izin kepada panitia Reuni 212 lantaran keluarga sedang berduka setelah anak Almarhum Ustaz Arifin Ilham bernama Ameer Azzikra belum lama ini wafat.
“Istrinya Almarhum Ustaz Arifin Ilham menulis surat, agar tidak melakukan hal tersebut (Reuni 212) di sana, jangan lakukan itu dengan alasan sedang berduka,” ucapnya.

Panitia Reuni 212 lanjut Eka, sejatinya ingin menggelar agara di sana sekaligus mendoakan.

“Padahal di sana kita ingin memunajat sekaligus untuk mendoakan ustaz Ameer Azzikra yang belum lama wafat. Kenapa harus takut, ada apa dibalik itu, saya enggak yakin kenapa ada kemauan itu (istri Ustaz Arifin Ilham) tidak membolehkan,” ujarnya.

Acara dialog 100 tokoh, lanjut dia, dilakukan terbatas dan disiarkan secara streaming.

Konsep ini sebelumnya ingin diterapkan di tiap daerah agar reuni tidak terpusat di Jakarta.

“Memang terbatas, kita ada dengan daring dan streaming, memang dari awal konsep kita adalah saat awal kita ingin semua wilayah, semua daerah itu membuat hal yang sama. Melakukan Reuni 212 dengan cara daring dan streaming, jadi tidak terfokus di Jakarta,” ujarnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : tribunnews.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here