Respons Seruan Aksi ‘Jokowi End Game’ Anak Buah Prabowo Subianto Angkat Bicara

231

– Beredar di media sosial poster seruan aksi bertajuk ‘Jokowi End Game’ yang bakal digelar pada Sabtu, 24 Juli 2021 besok.

Dalam poster yang beredar disebutkan bahwa aksi ‘Jokowi End Game’ akan digelar dengan long march dari kawasan Glodok hingga ke Istana Negara.

Dikatakan pula bahwa aksi ‘Jokowi End Game’ dilakukan untuk menolak pelaksanaan PPKM dan kebijakan lain terkait penanganan Covid-19.

“Mengundang seluruh elemen masyarakat!! untuk turun kejalan menolak PPKM dan menghancurkan Oligarki istana beserta jajarannya,” demikian ditulis dalam poster.

Merespon beredarnya poster tersebut, politikus Partai GerindraHabiburokhman turut angkat bicara.

“Tuntutan Jokowi mundur juga saya pertanyakan apakah tepat disampaikan saat ini. Toh, 2024 beliau habis masa jabatannya dan orang yang punya calon pemimpin bisa memilih calonnya tersebut,” ucapnya.

Anak buah Prabowo Subianto itu juga mengatakan bahwa pemilihan Presiden akan dilakukan tiga tahunan lagi sehingga yang terpenting saat ini adalah persatuan.

“Saat ini kita kedepankan dahulu persatuan menghadapi pandemi. Dalam sistem demokrasi, kita sepakati bahwa evaluasi kinerja kepresidenan ya 5 tahun sekali lewat pemilu,” imbuhnya.

Sementara itu, berkaitan dengan seruan aksi yang akan digelar besok, pihak kepolisian juga telah memberikan tanggapan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, menanggapi seruan tersebut. Dia mengimbau masyarakat tidak mudah tersulut ajakan tersebut sebab angka kasus Covid-19 di Ibu Kota yang masih tinggi.

“Kita ketahui bersama bahwa Jakarta ini sudah cukup tinggi pandemi Covid-nya. Coba kita kemarin Indonesia 45 ribu di seluruh Indonesia,” kata Yusri kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya Jumat, 23 Juli 2021.

Dengan alasan itu, Yusri mengajak kepada semua pihak untuk melihat situasi dengan jernih dan tidak menyuarakan pendapat dengan turun ke jalan.

“Tolong kepada teman-teman saudara-saudara saya yang berniat akan melaksanakan kegiatan penyampaian pendapat gunakan dengan bijak. Silakan datang ke Polda Metro kami akan terima atau instansi terkait secara bijak untuk kita bisa hindari kerumunan, jadi tidak ada klaster lagi nanti,” paparnya.

“Bagaimana kalau bikin lagi kegiatan kumpul-kumpul, melakukan kerumunan apakah tidak bisa menjadikan satu klaster kerumunan lagi. Bagaimana kita mau relaksasi kalau kegiatan kerumunan seperti ini lagi. Kasihan di RS sudah penuh kasihan, kuburan lihat,” ujar Yusri.***

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here