Resmi! Fadjroel Rachman Jubir Jokowi, Keppres Sudah Keluar, tapi Kok Masih Asik Jadi Komisaris BUMN?

193

AKARTA – Komisaris BUMN Adhi Karya Fadjroel Rachman sudah mendapat tugas khusus dari Presiden Jokowi sebagai Juru Bicara Presiden per 21 Oktober 2019 lalu.

Penugasan itu sudah diturunkan dalam bentuk Keppres yang membuat Fadjroel sudah bisa bergerak leluasa menjadi jembatan komunikasi bagi Presiden Jokowi.

“Saya stafsus bidang komunikasi, dalam hal ini Juru Bicara Presiden, dengan Kepres per 21 oktober 2019 sudah ada penugasan khusus,” ujar Fadjroel di Istana, Selasa (22/10/2019).

Bagi Fadjroel ia kini akan menjadi kepanjangtanganan Presiden dan bermitra dengan pers dalam menyampaikan kebijakan-kebijakan yang mendesak untuk disampaikan.

Terkait jabatannya sebagai Komisaris di BUMIN Adhi Karya, Fadjroel mengatakan tidak harus mengundurkan diri.

“Ini penugasan khusus kedua setelah sebelumnya Komisaris Adhi Karya. Tidak ada keharusan meninggalkan jabatan, kalau jadi menteri baru saya meninggalkan jabatan,” ujarnya.

Mulai saat ini, Jokowi, lanjut Fadjroel, akan terus memastikan menteri-menteri yang ada di kabinet Kerja jilid dua ini harus bersih dari kasus-kasus korupsi.

“Kabinet insya allah bersih, sehingga tidak mengganggu jalannya kabinet ini,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan sudah ada sejumlah nama-nama penting yang datang ke Istana memenuhi panggilan Presiden Jokowi. Baik dari kalangan profesional, politisi, maupun pengusaha.

Di antaranya adalah wajah-wajah lama yang duduk di kabinet sebelumnnya seperti Sri Mulyani, Basuki Hadimuljono, Siti Nurbaya, Yasonna Laoly, Budi Karya Sumadi, Sofjan Djalil. Sementara dari politisi sudah ada Ida Fauziyah, Zainudin Amali, Juliardi Batubara, kemudian pengusaha Bahlil Lahadalia.

(sta/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here