Refly Harun Soal Tangkap Rachland Nashidik: Kita Akan Jadi Negara Horor

427
Refly Harun Soal Tangkap Rachland Nashidik

Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun menyayangkan sikap warganet pendukung Jokowi yang menaikan tagar ‘Tangkap Rachland Nashidik‘ karena mengkritik pemerintah.

“Jadi kalau kita tidak bisa lagi berdebat, berdialog, hanya bilang tangkap sana, tangkap sini maka yang terjadi adalah negara kita akan menjadi negara horor,” ungkapnya dalam channel YouTube Refly Harun, Senin 9 Agustus 2021.

Menurut Refly Harunnegara yang horor itu adalah tidak lagi lagi menghargai perbedaan pendapat tetapi sekedar bagaimana membungkam orang yang berbeda pendapat.

“Jadi tirulah seorang filosof ‘anda boleh berbeda pendapat dengan saya, tapi saya akan bela, kebebasan anda untuk menyatakan pendapat’ mestinya kan begitu,” kata Refly Harun.

Lebih lanjut, kata Refly Harun, jangan karena sependapat kemudian menjadi provokator dengan menaikan tagar menangkap orang.

“Tapi begitu kita satu kubu, beda lagi cara berpikirnya ya. Saya selamanya tidak suka bicara tentang tangkap menangkap, sebentar sebentar tangkap,menurut saya kurang kerjaan,” kata Refly Harun.

 

Seperti diketahui, politikus politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik baru-baru ini ramai diperbincangkan warganet di media sosial (medsos) karena dituduh menghina Presiden Jokowi.

Tak lama kemudian, akun Rachland Nashidik mendadak tak bisa dilihat atau diakses.

“Jadi, Netizen yang Budiman, semalam, 8 Agustus 2021, akun saya diretas,” tulis Rachland Nashidik lewat akun baru-nya @RachlandNash, Senin 9 Agustus 2021.

 

Rachland Nashidik menyebutkan akun itu adalah sementara, hingga akun asilnya dipulihkan. Rachland mengaku saat peretasan terjadi, tiba-tiba dia keluar atau log out dari akunnya.

Bahkan, saat sedang mengirim cuitan, mendadak ada pesan SMS masuk ke nomornya berisi kode reset password. “Padahal saya tidak pernah meminta,” kata Rachland Nashidik.

Rachland Nashidik menduga pembajak menggunakan fitur lupa password untuk mengambil alih akunnya. Maka dari itu dirinya heran bagaimana cara pembajak mengetahui kode reset tersebut.

Rachland Nashidik menduga pemicu peretasan itu adalah gambar yang diunggahnya beberapa waktu lalu. Gambar itu adalah karikatur Presiden Jokowi.

Karikatur itu menggambarkan wajah Jokowi, serta kebijakan yang pernah diambil, dan disandingkan dengan lirik lagu Indonesia Raya.

“Gambar ini bukan karya saya. Ia, dalam tafsir saya, seperti mengontraskan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi,” jelasnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here