Rebut Senjata Polisi, Pengedar Sabu Tewas Ditembak

171

Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, membekuk pengedar narkotika berinisial M dan menyita barang bukti 3,2 kilogram sabu-sabu, di depan Gedung Balai Sudirman, Jalan Dr. Saharjo, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. Polisi terpaksa menembak tersangka hingga akhirnya tewas, lantaran melakukan perlawanan pada saat pengembangan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait peredaran narkotika, di kawasan Tebet. Penyidik kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka M, di Jalan Dr. Saharjo.

“Modusnya kamuflase dengan bungkus teh china dan plastik klip. Ini jaringan Palembang-Jakarta. Satu tersangka berhasil kita tangkap inisial M,” ujar Yusri, di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019).

Dikatakan Yusri, pada saat penangkapan penyidik menyita sekitar 990 gram narkotika jenis sabu-sabu.

“Setelah itu, kami kembangkan ke kediaman M di Kebon Nanas, kami menemukan 2,25 kilogram sabu-sabu. Jadi totalnya sekitar 3,237 kilogram,” ungkap Yusri.

Menurut Yusri, penyidik kemudian melakukan pengembangan untuk menangkap pemilik barang bukti narkotika itu berinisial A yang masih buron.

“Pada saat pengembangan untuk menunujukan pemilik barang itu, M menyebutkan beberapa tempat, tapi tidak ada yang tepat. Kemudian, di tempat ketiga tersangka M sempat berusaha merebut senjata dari petugas, akhirnya kami lakukan tindakan tegas sesuasi dengan prosedur yang ada. Pelaku M kita lumpuhkan, tertembak, sehingga meninggal dunia saat dibawa ke RS Kramat Jati,” katanya.

Menurut Yusri, berdasarkan keterangan awal tersangka M sebelum tertembak, dirinya mendapatkan upah sekitar Rp 20 juta untuk setiap pengiriman 1 kilogram sabu-sabu.

“Bahkan, kontrakan tersangka M dibayarkan tersangka A yang saat ini masih DPO (daftar pencarian orang), itu Rp 10 juta,” tandasnya. beritasatu

Comments

comments

Loading...