Ramai Medsos, Moeldoko: Sudah Enggak Perlu Lagi Buzzer-buzzeran

322

Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai keberadaan buzzer atau pendengung sudah tidak diperlukan saat ini. Buzzer, kata Moeldoko, muncul karena perjuangan menjaga marwah pemimpin yang didukung. “Dalam situasi ini, relatif sudah enggak perlu lagi buzzer-buzzeran,” kata Moeldoko di Gedung Krida Bhakti, Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2019.

Menurut Moeldoko, yang diperlukan saat ini adalah dukungan politik yang membangun, bukan yang bersifat destruktif. Para pendengung, kata Moeldoko, selalu melemparkan kata-kata yang tidak enak didengar dan tidak enak di hati. “Itu lah destruktif, dan itu sudah tidak perlu lah.”

Menurut Moeldoko, yang perlu dibangun adalah semangat bersama, khususnya di antara partai politik telah bersepakat untuk berkolaborasi. Ia juga meminta para buzzer untuk menurunkan egonya. “Semangat mendukung idolanya tetap dipertahankan tapi semangat untuk membangun kebencian harus dihilangkan,” kata dia.

Dalam opini Majalah Tempo pekan ini menulis bahwa tingkah pendengung pendukung Presiden Jokowi makin lama makin membahayakan demokrasi. Berbagai kabar bohong mereka sebar dan gaungkan di media sosial untuk mempengaruhi opini dan sikap publik.

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...