Rakyat Ingin Prabowo Gabung Koalisi Jokowi, Ternyata Sudah Dibicarakan Gerindra

184

JAKARTA – Berdasarkan hasil survei yang dirilis Cyrus Network menyebutkan, sebagian besar rakyat menghendaki Prabowo Subianto bergabung dengan koalisi pemerintahan Joko Widodo.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad akan menyampaikan hasil survei Cyrus Network itu kepada Prabowo.

“Hasil survei ini akan kita kasih ke Prabowo,” katanya kepada wartawan, Jumat (9/8/2019).

Sufmi pun enggan menanggapi lebih jauh terkait keputusan apakah partainya bakal bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma’ruf atau tidak.

Menurutnya, pihaknya juga sudah mendapat masukan dari sejumlah pihak, termasuk pada jubir.

“Hasil survei ini kan cuma mendorong bahwa yang namanya Gerindra ini diminta oleh mayoritas masyarakat 90 persen untuk bergabung di pemerintahan,” katanya..

Akan tetapi, ia mengakui bahwa isu ini sudah dibicarakan di internal partai berlambang kepala burung garuda itu.

Kendati demikian, lanjutnya, keputusan akhir tetap ada pada Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

“Soal ini, soal konsep dan lain-lain (dibicarakan) secara terbatas. Kalau di kita kan kewenangan itu ada di dewan pembina,” jelasnya.

Saat ini, jadi bergabung atau tidaknya memang sedikit banyak sudah dibicarakan.

“Nah itu (bergaung) sudah sedikit dibicarakan, tapi pada prinsipnya kita akan suarakan sepenuhnya pada Prabowo,” tandasnya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan Cyrus Network sebanyak 43-51 persen publik menyarankan Partai politik (parpol) seperti Gerindra, PAN, Demokrat dan PKS untuk bergabung ke dalam pemerintahan.

Sementara, mereka yang menolak barisan oposisi itu bergabung jumlahnya jauh lebih sedikit.

“Hanya 21 hingga 27 persen publik yang menyarankan Partai tersebut tetap sebagai oposisi saja,” kata Managing Director Cyrus Network, Eko Dafid Afianto, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/8).

Hasil survei itu juga menunjukkan bahwa sebanyak 63 persen responden mengapresiasi pertemuan yang dilakukan Prabowo dan Jokowi.

Publik beranggapan, pertemuan tersebut merupakan langkah rekonsiliasi bangsa dan bukan sekedar bagi-bagi kekuasaan dan jabatan saja.

Survei itu sendiri dilakukan pada periode 22-28 Juli 2019 dengan melibatkan 1.230 responden yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

(ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...