Rachel Maryam Semprot Denny Siregar: Daripada Hitung Kampanye Orang, Hitung Saja Defisit BPJS!

1206

Saat berorasi pada Kampanye Akbar Prabowo-Sandi, Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut rapat akbar di SUGBK (07/04) sebagai rapat akbar politik terbesar dalam sejarah Republik Indonesia. Prabowo menyebut sekitar satu juta massa yang hadir. Soal jumlah massa, Prabowo mengaku info besaran jumlah peserta kampanye itu dari sekjen-sekjen koalisi Indonesia Adil Makmur.

Menanggapi jumlah massa kampanye akbar Prabowo, cawapres nomor urut 01 Maruf Amin menyatakan jumlah massa Prabowo biasa saja. Maruf meyakini, jumlah massa pada kampanye Jokowi-Maruf Amin  pada 13 April 2019 akan lebih besar lagi. Menurut Maruf, pada Pilpres 2014 lalu massa yang hadir juga sangat banyak. Bahkan, kemungkinan lebih besar dari jumlah massa kampanye akbar Prabowo-Sandiaga di GBK.

Sejalan dengan komentar Maruf, aktivis sosial media pro kubu petahana terus memaparkan hitung-hitungan massa kampanye Prabowo. Anggota dewan pakar Partai Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menyatakan, jumlah massa Prabowo di GBK yang datang dari seluruh Indonesia, sama dengan massa kampanye Jokowi di satu kabupaten. “Kampanye @Prabowo di GBK, pesertanya didatangkan dari SELURUH INDONESIA. Jumlah yang didatangkan dari seluruh Indonesia itu, sama dengan jumlah rakyat yang datang spontan pada kampanye Jokowi di satu KABUPATEN. Lalu apa yang mau kau sombongkan?,” tulis Teddy di akun Twitter @TeddyGusnaidi.

Sementara aktivis liberal pro Jokowi, Denny Siregar memaparkan hitung-hitungan jumlah massa kampanye Akbar Prabowo. “Sesudah renovasi, kapasitas kursi di GBK berkurang dari 90rb, jadi 76.127 kursi. Jika full sekali kapasitas yang bisa ditampung GBK maks 150rb orang. Tambah di luar stadion maks sebanyak 50rb. Berarti 150rb + 50rb sama dengan berapa pak @prabowo? @prabowo : ” 1 juta !!” Printerrr..,” tulis Denny di akun  @Dennysiregar7.

Artis yang juga politisi Gerindra Rachel Maryam menanggapi “nyinyiran” buzzer-buzzer Jokowi. Khusus untuk Denny Siregar (Desi), Rachel meminta Desi untuk menghitung jumlah hutang luar negeri RI, defisif BPJS serta pertumbuhan ekonomi RI di bawah Jokowi. Menurut Rachel hal itu lebih berfaedah daripada menghitung-hitung jumlah peserta kampanye orang lain.

“Daripada itung-itung jumlah peserta kampanye orang lain mendingan hitung berapa jumlah hutang luar negeri, berapa defisit bpjs, berapa pertumbuhan ekonomi.. lebih berfaedah,” tegas Rachel di akun  @cumarachel menanggapi cuitan akun @Dennysiregar7.

Tak kalah garang, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di akun @hnurwahid menulis: “Masih ada yang nyinyir tentang jumlah massa yang putihkan GBK (tapi tak akui massa sebesar itu tetap damai dan bersih), atau soal shof sholat mereka (padahal yang nyinyir, apa sholatnya berjamaah? malah mungkin tak sholat juga).Tapi kafilah jemput kemenangan terus berlalu. Otw ke Yogya,kampanye dengan Prabowo.”

Sebelum Kampanye Akbar digelar, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Eddy Soeparno menyebut Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di SUGBK adalah kampanye swadaya terbesar,  dikarenakan tak adanya mobilisasi massa menggunakan uang. Menurut Eddy, nuansa gotong royong akan terlihat dalam kampanye ini. Banyak relawan dengan sukarela menyediakan serta berbagi makanan dan minuman untuk para peserta yang datang. itoday

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...