Puisi Mao Zedong untuk Tokoh PKI Aidit Usai Ditangkap

448

Tak dipungkiri jika tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI), Dipa Nusantara Aidit punya hubungan dengan Mao Zedong, bapak pendiri negara Republik Rakyat Tiongkok. Bahkan saat Mao menjabat sebagai Ketua Partai Komunis Tiongkok, DN Aidit beberapa kali berkunjung. Saking dekatnya, Mao bahkan menciptakan puisi untuk Aidit.

Ya, Mao Zedong memang juga dikenal sebagai seorang filsuf. Dan saat tahu rekannya itu tertangkap menyusul tragedi G30S/PKI, Mao menciptakan puisi untuk Aidit. Saat itu, Aidit berhasil ditangkap pihak militer di bawah komando Soeharto menyusul kegagalan kudeta yang coba dilancarkan PKI.

Lantunan bait syahdu Mao Zedong untuk Aidit ini juga dibeberkan Taomo Zhou dalam bukunya ‘Migration in the Time of Revolution China, Indonesia and the Cold War’. Buku dari hasil disertasi sejarawan Taomo Zhou ini memang mengungkap banyak fakta yang bersumber dari arsip penting Partai Komunis Tiongkok.

Beberapa catatan menarik dari buku ini diantaranya percakapan lengkap DN Aidit dengan Mao Zedong terkait rencananya melakukan kudeta di Indonesia. Begitu juga dengan sikap Mao Zedong terkait dengan pergerakan PKI di Indonesia yang memang mendukung meski tidak langsung.

DN Aidit bersama Mao Zedong

Berikut petikan lengkap dari puisi Mao untuk DN Aidit:

Ranting-ranting tipis berdiri di depan jendela ku di musim dingin

Tersenyum mendahului mekarnya berbagai kembang

Sayang wajah girang tak berumur panjang

Malahan gugur menjelang musim semi datang

Yang akan gugur, gugurlah pasti

Gerangan haruskah itu mengesalkan hati?

Pada waktunya bunga mekar dan gugur sendiri

Wanginya tersimpan menanti tahun depan lagi

Sumber Berita / Artikel Asli : VIVA

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...