Puan Maharani Kaget Ditodong Pertanyaan Boy William : Bu, Itu Kenapa Mic Bisa Tiba-tiba Mati?

285

 PRESENTER Boy William mengajak Ketua DPR RI, Puan Maharani collabs di channel YouTube-nya. Dia pun diajak cucu Presiden Soekarno itu mengenal lebih dekat tentang gedung DPR.

Mengenakan baju batik, Boy tampak akrab saat berbincang di ruangan yang kerap dijadikan rapat paripurna. Dia bahkan izin kepada Puan untuk menduduki bangku anggota DPR.

Perbincangan makin seru, tatkala Boy tetiba mengingatkan Puan tentang kasus mikrofon mati saat perwakilan dari Fraksi Partai Demokrat sedang melontarkan pendapatnya ketika rapat paripurna pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja (RUU Ciptaker), 5 Oktober 2020 lalu.

“Bu, Ketua DPR aku punya pertanyaan, itu kenapa kasus mic tiba-tiba bisa mati?,” tanyanya di channel YouTube-nya dengan judul Exclusive! Puan Maharani kaget ditanya ini sama Boy William, Kamis (12/11/2020).

Puan yang posisinya berdiri di depan Boy, langsung menatap ke arah tunangan Karen Vendela itu. Lalu menjelaskan panjang lebar.

Dia mengatakan DPR itu punya aturan, punya tata tertib dan semua anggaota DPR memang punya hak untuk bicara. “Yang pimpin ada berlima, siapa yang akan memimpin kesepakatan dari hasil rapat pimpinan. Memang posisi duduknya kayak begini, ketua di tengah, wakil-wakil atau pimpinan yang lain di kiri. Nah untuk menjaga jalannya persidangan baik dan lancar, tentu saja yang memimpin rapat harus bisa mengatur jalannya persidangan dengan baik dan benar,” jelasnya.

Puan mengatakan kalau satu orang diberi kesempatan bicara harusnya kemudian tidak mengulang lagi berbicara tapi memberikan kesempatan kepada yang lain untuk berbicara.

“Kalau di floor (anggota) lagi berbicara, di atas itu (pimpinan sidang) tidak bisa ngomong karena memang otomatis. Karena ngomong-ngmong terus, sebagai pimpinan sidang harus mengatur pembicara agar semua dapat waktu untuk berbicara. Nah, kebetulan teknisnya yang mengatur bisa berhenti atau tidaknya orang berbicara atau di-mute itu hanya yang ada di meja depan di tengah,” bebernya.

“Sementara waktu kejadian yang heboh itu loh, yang mimpin sebenarnya sebelah kanan saya (Azis Syamsuddin), tapi saat yang bersangkutan mau bicara enggak bisa bicara, karena floor pencet mic terus, jadi sana (mic pimpinan) mati. Kemudian pimpinan sidang meminta kepada saya untuk ngatur jalannya persidangan untuk dia bisa berbicara, bisa enggak dimatiin (mic)? Kemudiann saya mematikan mic tersebut,” ungkapnya.

Puan mengaku bukan sengaja mematikan mikrofon itu. “Bukan sengaja tapi untuk menjaga jalannya persidangan dengan baik dan lancar. Karena waktu itu sebenarnya sudah diberikan kesempatan berbicara tapi ingin berbicara-berbicara lagi,” akunya.

Seperti diketahui, pengesahan RUU Ciptakerja telah memantik demo di berbagai daerah secara masif. UU ini dicap tidak pro rakyat dan buruh.

Sumber Berita / Artikel Asli :  (nin/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...