PSI Tak Terima Hoaks Award Disebut Sebagai ‘Alay’ Politik

135
PSI

 Penghargaan kebohongan atau hoaks yang dilakukan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diklaim bukanlah tindakan ‘alay’ politik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara PSI, Dara Adinda Nasution, saat menanggapi pernyataan dari Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang menyebut bahwa tindakan PSIadalah tindakan ‘alay-alay’ politik.

“Kalau dibilang kebohongan award adalah suatu tindakan yang ‘alay-alay’ politik, kami di PSI sangat tidak setuju,” ungkapnya di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

Menurut Dara, penghargaan itu adalah sebuah bentuk protes politik yang telah dipikirkan dengan matang. Sebagai partai anak muda, Dara menegaskan, pihaknya telah memutar otak untuk melayangkan protes dengan cara yang kreatif terhadap hoaks yang beredar.

“Kami sebagai partai anak muda merasa perlu menyampaikan, menyuarakan, mengkampanyekan ide-ide dengan cara yang kreatif,” ujarnya.

Dara mengatakan, metode protes secara simbolik ini adalah metode yang banyak digunakan oleh pemimpin-pemimpin dunia, seperti Mahatma Gandhi, Nelson Mandela dan lain-lainnya.

Selain itu, lanjut Dara, tindakan mereka memberikan penghargaan juga sebagai bentuk pendidikan politik kepada masyarakat.

PSI ingin masyarakat melihat pemimpin mana yang menggunakan segala cara termasuk kebohongan untuk memperoleh kekuasaan,” katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut bahwa PSI sedang mencari perhatian menjelang Pemilu 2019.

“Saya malas nanggapin alay-alay politik gitu. Karena istilah saya alay politik, cari perhatian. Terus diapain, diketawain saja,” ungkapnya setelah menghadiri acara Award 212 di Gedung Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2019).[] AKURAT

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here