PSI: Kami Tak Akan Melacurkan Diri Demi Efek Elektoral

464

Juru Bicara Bidang Perempuan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dara A.K Nasution menjelaskan, partainya sudah memiliki aturan organisasi soal larangan poligami. Menurutnya, aturan tersebut termuat dalam Bab 1 Pasal 5 poin 2C yang melarang pengurus, caleg, dan kader melakukan praktik poligami.

“PSI memiliki political will memulai kultur antipoligami dari dalam kami sendiri. Itu sudah ada, bukan di pasal tapi di aturan organisasi Bab 1 Pasal 5 poin 2C yang diperkuat dengan caleg, kader, dan pengurus,” tegas Dara saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (15/12)

Dia pun mengungkapkan, wacana larangan poligami ini adalah salah satu cara untuk mencapai empat persen jelang Pilpres 2019 mendatang, selain tujuan utamanya untuk melindungi hak-hak perempuan.

“Kami optimistis bahwa di negara ini masih ada orang-orang yang progresif dan sama satu visi-misi tentang kami yang pada akhirnya mencapai empat persen. Kami enggak butuh harus menang semua, tetapi hanya empat persen,” paparnya lagi.

Kendati demikian, calon anggota legislatif (caleg) Dapil Sumut ini tidak menyangkal jika pernyataan yang digaungkan oleh partainya menimbulkan banyak kontroversi.

“Kami merasa ini sesuatu yang kontroversial, sesuatu yang akan menimbulkan banyak perdebatan, saya dan teman-teman lain itu di sosial medianya juga diserang tapi kami percaya memang ada kelompok-kelompok pemilih yang kami sasar dengan isu ini,” pungkas dia.

Di sisi lain, ungkap Dara, pihaknya tidak masalah jika nantinya akan mengalami kerugian elektoral akibat isu ini. Pasalnya, dia menilai PSI bukanlah partai yang rela melacurkan dirinya hanya demi efek elektoral.

“Ini sesuatu yang benar, sesuatu yang penting, dan mendesak harus diperjuangkan yang resikonya kita harus kehilangan sedikit elektoral. Tapi, ini isu yang benar,” jelasnya.

(ipp/JPC)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...