Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Direvisi Jadi 5-5,4 Persen

233
Bank Indonesia (BI) Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia

 JAKARTA – Proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini direvisi menjadi sebesar 5 persen hingga 5,4 persen.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen hingga 5,5 persen.

Adapun revisi proyeksi tersebut dikarenakan tertahannya prospek pemulihan ekonomi dunia setelah meluasnya wabah virus korona.

Hal ini disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo. Dikatakan, wabah virus asal Tiongkok itu turut mempengaruhi perekonomian tanah air khususnya di sektor pariwisata.

“(Virus korona) Mempengaruhi perekonomian Indonesia melalui jalur pariwisata, perdagangan, dan investasi,” katanya.

Dengan kondisi ini, Perry menuturkan, perekonomian Indonesia perlu terus didorong sehingga tetap berdaya tahan.

“Pada 2019, pertumbuhan ekonomi tetap baik yakni 5,02 persen, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan capaian 2018 sebesar 5,17 persen,” tambahnya.

Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh permintaan domestik yang terjaga meskipun kinerja ekspor menurun sejalan pengaruh perlambatan permintaan global dan penurunan harga komoditas.

Di sisi lain, permintaan domestik tetap baik ditopang oleh meningkatnya perdagangan antardaerah seperti di wilayah Sumatera.

“Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kalimantan dan Bali-Nusa Tenggara tetap terjaga didukung oleh perbaikan ekspor komoditas primer,” tandasnya.

(jpc/pojoksatu)

Comments

comments