Prof Jimly Asshiddiqie Ternyata Kenal Hadi Pranoto, Begini Ceritanya

269
Anggota DPDRI Prof Jimly Asshiddiqie

JAKARTA – Anggota DPD RI Prof Jimly Asshiddiqie ternyata mengenal sosok Hadi Pranoto, pria yang dipanggil profesor dan dokter oleh musisi Anji dalam video kontroversi soal penemuan obat virus corona baru (Covid-19).

Awalnya, Prof Jimly memberikan tanggapan soal video wawancara Anji yang bikin resah tersebut dalam program NGOMPOL (Ngomongin Politik) yang tayang di channel YouTube JPNN.com, Sabtu (8/8).

“Jadi sebetulnya pertama, kita harus membuka ruang kreativitas dan inovasi. Sebaiknya menristek, itu membuat forum siapa saja yang merasa punya temuan, suruh datang lalu presentasi,” ucap Prof Jimly.

Kedua, lanjut Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia (UI) ini, harus diakui bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini memang ada saja warga yang nakal.

Misalnya, bisa saja temuan orang dia klaim.

Selain itu, bisa juga ini baru penelitian tahap awal, belum menjadi prototype namun dianggap sudah siap. Padahal harus melalui pengujian terlebih dahulu. Baik itu uji klinis, uji lab dan itu butuh proses panjang.

“Bisa juga, nih orang nipu. Banyak (kemungkinan). Saya kebetulan kenal ini Hadi Pranoto, ngomongnya gede,” ucap tokoh asal Palembang, Sumatera Selatan ini tanpa menjelaskan seberapa kenal dia dengan Hadi Pranoto.

Namun, Prof Jimly sudah curiga begitu membaca berita seorang Hadi Pranoto menemukan obat herbal untuk Covid-19. Sebelumnya, Hadi juga dikaitkan dengan acara musisi Rhoma Irama di Bogor.

“Ah ini anak banyak sekali kreativitasnya. Terus baca lagi dia menemukan itu. Aduh ini banyak, banyak sekali, gede omongnya. Eh sekarang ternyata bermasalah,” kata Prof Jimly.

Meski demikian, dia berharap tidak semua persoalan langsung dibawah ke ranah hukum. Termasuk masalah yang melibatkan Anji dan Hadi Pranoto ini.

“Jadi saya rasa begitu sikap saya. Kita harus mendidik warga bangsa kita itu. Jangan buru-buru dihabisi dengan penegakan hukum. Hukum itu terakhir lah,” tandasnya.(fat/jpnn)

Sumber Berita / Artikel Asli : jpnn

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...