Presiden Jokowi Disebut Tengah Alami Fase Bebek Lemah, Bagai Raja Terkungkung di Istana

275
Politisi Partai Demokrat Andi Arief /twitter.com/Andiarief/

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut tengah berada di dam ‘fase bebek lemah’.

Ungakapan itu muncul dari politikus Partai DemokratAndi Arief memgkritisi berbagai kebijakan pemrintah terkait penanganan Covid-19.

Andi Arief mengatakan bahaa Presiden hanya diam di istana dan menerima data saja, sedangkan para pembantunya di lapangan lelah sendiri.

“Presiden saat ini alami “fase bebek lemah” bagai raja terkungkung di Istana menerima laporan saja,” cuit Andi Arief melalui Twitter dikutip Galamedia Selasa, 6 Juli 2021.

Sementara kata dia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) dibuarkan marah-marah dan lelah sendiri.

Seperti diketahui, Luhut kini ditugasi sebagai koordinator PPKM Darurat yang diterapkan mulai 3 Juli 2021 kemarin.

Selain itu kata Andi Arief, Menkes memiliki kelemahan dalam birokrasi sehingga kebijakannya tidak mengakar.

“Sementara Pak Luhut dibiarkan marah2 hingga lelah sendiri, Menkes tdk mengakar lemah di birokrasi,” katanya.

Namun demikian, Andi Arief menuturkan maaih ada harapan pada Gubernur yang dipilih langsung oleh rakyat dalam mengatasi pandemi yang kembali mengganas akhir-akhir ini.

“Hanya pada gubernur yg dipilih langsung rakyat kepercayaan itu sedikit masih ada,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam cuitan terpisah Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat itu juga meyebut bahwa keadaan saat ini sudah darurat.

Sehingga pemerintah khususnya Presiden Jokowi tidak perlu sungkan untuk meminta bantuan pihak asing dalam penanganan Covid-19.

“Ini sudah sangat darurat, Pak Jokowi gak perlu malu utk secara resmi meminta dunia internasional turun tangan bersolidaritas,” bebernya.

“Tak perlu malu untuk selamatkan rakyat. Ketimbang korban akan tambah banyak,” sambung Andi Arief.

Di sisi lain, ia juga mendesak agar pemerintah meningkatkan kepedulian membantu rakyat secara langsung.

Ia mengatakan bahwa rakyat kini bergelimpangan menjadi korban Covid-19 imbaa kebijakan pemerintah yang anti saintific.

“Orang-orang sudah bayar pajak dalam jumlah besar. Sekarang dinantikan kepeduliannya bantu rakyat langsung,”

Hal itu dikatakannya menyusul kelangkaan tabung oksigen di beberapa Rumah Sakit sedangkan ledakan kasus kian meningkat.

“Tak tersentuhkah rasa kemanusiaan lihat korban bergelimpangan akibat kebijakan pemerintah anti saintific? Jutaan tabung oksigen bisa anda bantu. Tak mungkin anda bangkrut,” katanya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here