Prabowo sampai Pastikan Hubungannya dengan SBY Enggak Pecah, Apa Ada Yah?

235
SBY dan Prabowo menggelar pertemuan tertutup Jumat (21/12/2018)

 JAKARTA – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan hubungannya dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama ini baik-baik saja.

Keduanya bertemu untuk kesekian kali. Kali ini pertemuan digelar di kediaman SBY di Mega Kuningan Timur VII Nomor 26, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018).

Pertemuan itu berlangsung tertutup sekitar 3 jam 20 menit. Yakni mulai pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 18.20 WIB.

Calon presiden nomor urut 02 itu menyatakan, kendati jarang bertemu, bukan berarti hubungannya keduanya retak.

Malah, dirinya meyakinkan bahwa hubungannya dengan seniornya saat masih aktif di militer itu baik-baik saja.

Selain itu, mantan Danjen Kopassus itu mengaku sama sekali tak meragukan komitmen SBY dalam memberikan dukungan kepada dirinya di Pilpres 2019.

“Demokrat dengan Gerindra kok sepertinya jarang ketemu. Karena kita masing-masing punya kesibukan luar biasa,” katanya.

Hal itu dibuktikan dengan adanya pertemuan petinggi partai berlambang bintang mercy itu dengan sesama anggota Koalisi Adil dan Makmur.

Mereka sama-sama tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

“Tapi tiap minggu tim ketemu. Para sekjen (parpol koalisi) bekerja sangat rukun, sangat kooperatif,” lanjutnya.

Sampai saat ini, sambung mantan menantu Presiden Soeharto itu, koordinasi dan komunikasi antara parpol koalisi pengusungnya berjalan dengan baik.

Bahkan, ia mengklaim bahwa internal BPN Prabowo-Sandi mengalami kemajuan yang sangat berarti.

Termasuk perjuangan tentang masalah pemilu di Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu.

“Saya tidak pernah ragu dengan komitmen Pak SBY. Beliau tentu seorang pemimpin negarawan dan mantan jenderal tentara punya perhitungan-perhitungan. Kita juga punya perhitungan,” tegasnya.

Sebelulmnya, SBY menegaskan partai berlambang bintang mercy itu akan all out untuk memenangkan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

Caranya, yakni dengan mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk diintensifkan selama sisa masa kampanye yang tinggal tiga setengah bulan lagi.

“Kami ingin berjuang baik-baik. Akan jalankan politik dan kampanye Pemilu sebagaimana yang digariskan konstitusi undang-undang, sistem dan peraturan yang berlaku,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga mewanti-wanti pihak lain agar tidak mengganggu ikhtiar yang tengah dilakukan partainya.

“Tolong kami jangan diganggu. Karena kami tidak akan pernah ganggu siapapun,” pintanya.

Jika pesta demokrasi tersebut bisa berjalan jujur dan adil, ia yakin, rakyat bisa menerima dengan ikhlas siapapun yang terpilih untuk memimpin Indonesia lima tahun mendatang.

“Tapi kalau tidak, kita yang terjadi empat bulan ke depan, pasti keikhlasan dari siapapun untuk menerima hasil Pemilu akan berkurang. Ini harus kita tegakkan bersama-sama,” kata dia.

(jpg/ruh/pojoksatu)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.