Prabowo Menangis, “Maaf Saya Tidak Beri Amplop”

630

SUMBAR – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo menangis saat kampanye di hadapan puluhan ribu pendukungnya di tepi Pantai Padang, kawasan Danau Cimpago, Sumbar, Selasa (2/4) siang.

Prabowo menangis karena terharu saat disodori segepok uang receh oleh seorang pendukungnya yang diketahui hanya seorang montir bengkel.

Seorang lelaki dengan pakaian berlumuran oli bekas, naik ke atas panggung, di mana Prabowo masih menyampaikan orasi politik.

Didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan Sekretaris DPD Gerindra Sumbar Desrio Putra, pria tersebut menyerahkan sekantong uang receh.

Uang itu diniatkan membantu perjuangan Prabowo-Sandiaga Uno dalam menghadapi Pilpres 2019 ini.

Prabowo lalu memeluk sang montir yang memperkenalkan dirinya sebagai Rizal. Keduanya lalu menangis di atas panggung ditonton puluhan ribu pendukungnya.

Prabowo menangis haru. Ia kemudian melepas kacamata hitam yang dikenakannya dan menyeka air matanya.

“Kacamata saya ini tembus pandang, bisa melihat ketulusan hati orang,” kata Prabowo.

Di depan ribuan warga Minang, Prabowo meminta maaf karena tidak bisa memberikan uang kepada masyarakat yang hadir.

“Maaf saya tidak memberi amplop, saya tidak memberi sembako. Tapi saya berikan jiwa dan raga saya ini untuk rakyat Indonesia,” kata Prabowo.

Ribuan warga ikuti kampanye Prabowo di Sumbar

Ribuan warga ikuti kampanye Prabowo di Sumbar. (Twitter/JS Prabowo)

Ia mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat Sumbar sangat luar biasa meyambutnya, meskipun di bawah terik matahari yang begitu menyengat. Pasalnya, lokasi kampanye Prabowo hari ini tepat di samping Pantai Padang.

“Saya tidak menduga kalian begitu banyak yang hadir, dan saya meminta maaf tidak bisa bagi-bagi sembako kepada kalian. Sungguh perjuangan anda semua yang hadir sangat luar biasa, panas terik matahari tidak menyurutkan anda semua,” ujarnya.

Pasangan Cawapres Sandiaga Uno ini menambahkan, jika ada yang memberi uang atau sembako di Pemilu 2019 ini jangan ditolak. Bukan mengajarkan rakyat menerima politik uang, namun uang dan sembako yang dibagikan berasal dari uang rakyat itu sendiri.

“Kalau mereka kasih bantuan, saran saya terima saja karena itu uang kalian, uang rakyat Indonesia. Mereka menggunakan uang rakyat,” kata Prabowo.

Prabowo diduga menyindir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan yang tercyduk memberikan amplop kepada seorang kyai di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Sebab, sehari sebelumnya, video Luhut beri amplop ke kyai viral di media sosial. Dalam video tersebut, Luhut tampak berbincang dengan seorang kiyai ternama di Bangkalan.

Luhut meminta sang kyai memobilisasi umat dan santri agar datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 17 April mendatang.

“Tanggal 17, tolong disampaikan kepada semua umat, santri untuk datang ke TPS,” ucap Luhut dalam video yang dikutip Pojoksatu.id dari Twitter mantan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief, Selasa (2/4).

Luhut kasih amplop ke kyai pesantren di Bangkalan, Madura, Jawa Timur

Luhut kasih amplop ke kyai pesantren di Bangkalan, Madura, Jawa Timur

Tak berselang lama, Luhut menyerahkan kantongan plastik kepada seseorang yang berada di dalam ruangan.

Setelah itu, Luhut mengeluarkan amplop dari saku celananya, kemudian menyerahkan kepada kyiai yang duduk di sampingnya.

“Ini cara Jokowi membeli suara,” cuit Andi Arief yang mengunggah video tersebut, Selasa, 2 April 2019.

Video Luhut beri angpao ke ulama ditanggapi oleh mantan Kepala Staf Umum TNI, Letnan Jenderal TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo.

“Ueddhhaaaannn. Semakin terang benderang Prabowo Sandi hanya bisa dikalahkan dengan kecurangan,” cuit JS Prabowo meretweet postingan @sofia_ardani, Selasa (2/4).

“Hentikan kecurangan ini dengan coblos PRABOWO-SANDI,” tandas JS Prabowo.

(yip/one/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...