Prabowo Ceritakan Kisahnya dengan Eks Panglima GAM yang Jarang Diketahui

334

Jakarta – Capres Prabowo Subianto menekankan dirinya siap bernegosiasi dengan siapa pun demi bangsa ini. Dia lantas menceritakan kisahnya dengan eks Panglima GAM Muzakir Manaf yang, menurutnya, jarang diketahui.

“Saudara-saudara, saya dulu TNI, TNI pernah perang dengan GAM. Saya tidak tahu berapa puluh tahun,” kata Prabowo di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

“Tapi suatu saat ada yang datang kepada saya, ‘Pak Prabowo, ini ada tokoh GAM yang mau ketemu Pak Prabowo’. ‘Siapa?’,” kata Prabowo.

Dia menyebut orangnya memberitahukan bahwa yang ingin bertemu ialah Muzakir Manaf. Kala itu Prabowo enggan menerima Muzakir.

“‘Panglima GAM, panglima angkatan bersenjata GAM’. ‘Siapa?’ ‘Muzakir Manaf, Mualim’. Itu sekitar tahun 2013. Minta ketemu saya. Saya tanya, ada apa dia mau ketemu saya? Dia kan GAM. Saya nggak mau ketemu,” ucap Prabowo.

Muzakir Manaf, kata Prabowo, beberapa kali meminta bertemu dengannya. Pada akhirnya Prabowo bersedia.

“Dua bulan datang lagi mau ketemu. Ada apa dia mau ketemu. Tiga-empat bulan, lama-lama ya sudahlah. Mana? Kita jumpa. Saya ketemu. Saya nggak ngerti apa yang saya harus bicara dengan dia. Dia panglima musuh, saya jenderal TNI,” ucap Prabowo.

“Siapkan waktu jam 7 malam saya tunggu di satu tempat di ruangan, tahu-tahu dia datang. Dia masuk ruangan. Saya lihat anak muda, tinggi, gagah, pakai jenggot,” jelas Prabowo.

Eks Danjen Kopassus itu mengatakan dirinya dan Muzakir Manaf tak berbicara ketika bertemu. Namun, dengan rangkulan, mereka akhirnya memutuskan berdamai.

“Dia lihat saya. Saya berdiri, dia lihat saya. Dia maju saya maju. Tidak ada satu kata pun yang diucapkan, tapi dia rangkul saya dan saya rangkul dia. Tidak ada satu kata diucapkan, dia rangkul saya, saya rangkul dia. Permusuhan 25 tahun hilang,” jelas Prabowo.
Muzakir Manaf, disebut Prabowo, menyatakan ingin bergabung ke Partai Gerindra. Sempat menyarankan opsi lain, Prabowo lantas menerima.

“Kalau Anda masuk Gerindra, saya Ketua Dewan Pembina. Saya paling atas, berarti Anda menjadi anak buah saya. Dia mengatakan, ‘Pak Prabowo, rakyat harus jelas. Kalau dia hanya dengar-dengar sekutu, sahabat, tapi kalau dia lihat saya masuk Gerindra, bahwa benar-benar bersatu dan tidak ada permusuhan’,” sebut Prabowo.

“Akhirnya saya terima dan saya kira ini kisah yang jarang diketahui. Kisah di dunia yang hampir tidak ada. Mantan panglima bergabung, musuh bergabung dalam satu partai, Gerindra. Artinya apa? Saya ingin menceritakan pengalaman saya adalah jangan takut berunding, jangan takut bersahabat. Bersahabat lebih baik daripada bermusuhan,” jelas Prabowo.
(gbr/idn) detik

Comments

comments

Loading...