Prabowo Anti Asing? Tentu Tidak……..

535

Oleh : Agnes Marcellina

Pada hari Rabu, 26 September 2018, Ketua Umum Partai Gerindra dan juga calon Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menerima kunjungan dari duta besar China Mr. Xiao Qian di Padepokan Garuda Yaksa di Hambalang. Kedatangan tamu disambut dengan marching band Canka Garuda Yaksa yang mengiringi lagu kebangsaan kedua negara. Ketua Umum Gerindra memperkenalkan para petinggi partai, Fuad Bawazier, Mayjend TNI Purn Glenny Kairupan, Mayjend Purn Yudi Magio Jusuf, Maher Algadri, Yusuf AR, Edhy Prabowo, Sugiono dan beberapa orang yang lain termasuk saya diperkenalkan sebagai caleg yang akan berjuang di dapil Garut dan Tasikmalaya.

Setelah itu dilakukan dialog dan bincang bincang selama kurang lebih 1 jam di kantor pribadi calon presiden Prabowo Subianto. Sambutan dimulai dari calon presiden Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih atas kunjungan Mr. Xiao Qian yang sudah jauh jauh datang dari Jakarta dan memilih tempat yang lebih jauh di Hambalang dibandingkan dengan kantor di Kertanegara ataupun di kantor DPP Gerindra dan itu sangat diapresiasi oleh beliau, karena tamu yang bersedia berkorban jauh jauh datang, itu tandanya dia sungguh sungguh.

Calon Presiden Prabowo menyampaikan bahwa negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Inti dari Pancasila bila dirangkum adalah adalah Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi dan Keadilan. Dalam sila ke 5 ini mungkin ada kesamaan dengan negara RRC yaitu menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya dengan adil dan makmur. Sebagai Ketua Umum Gerindra, Prabowo menyampaikan poin poin penting tentang perjuangan partai Gerindra di segala bidang yaitu ekonomi, pendidikan, sosial budaya, lingkungan hidup, menegakkan supremasi hukum dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mr. Xiao Qian kemudian menyampaikan maksud dan tujuan kehadirannya adalah :

– mengucapkan selamat kepada bapak Prabowo Subianto yang secara resmi sebagai CALON PRESIDEN dalam Pilpres 2019

– beliau menyampaikan bahwa penugasan dirinya sebagai duta besar RRC sejak Desember 2017 dan ingin bersilaturahmi kepada ketua umum partai Gerindra dan pada kesempatan hari ini baru bisa dilaksanakan

– Indonesia dan China adalah 2 negara besar yang memiliki persamaan yaitu besar sumber daya manusianya, besar potensi sumber alamnya dan juga memiliki sejarah sosial budaya masing masing yang luar biasa, oleh sebab itu kerja sama dalam segala bidang diperlukan dalam rangka kepentingan pembangunan negara masing masing sebagai partners dalam kerangka kerja saling menguntungkan

– Duta besar RRC bercerita bahwa di negaranya Partai Komunis adalah yang terbesar tetapi ada juga partai partai kecil lainnya tetapi mekanismenya adalah setiap partai berkomitmen untuk melakukan hal hal sesuai dengan tujuan dari pembentukan partai tersebut sehingga dalam hal ini tidak ada partai oposisi. Saat sebuah keputusan sudah diambil maka itu yang harus dilakukan, informasi kepada publik menjadi satu suara. Jika ada yang tidak setuju, tidak dilakukan di ruang publik tetapi di internal partai karena menuju kepada sebuah keputusan ada proses yang panjang. Oleh sebab itu saat sebuah keputusan diambil maka itu yang harus dihormati dan tidak ada oposisi lagi.

– Mr. Xiao Qian menyampaikan bahwa KEPEMIMPINAN adalah sangat penting. Pemimpin harus dicintai oleh rakyatnya. Jika pemimpin tidak dicintai oleh rakyatnya maka pemerintahan yang dipimpinnya tidak akan kuat. Dia bercerita pada zaman Dinasti Han, ada seorang pemimpin yang berasal dari kalangan rakyat biasa dan bukan bangsawan. Tetapi karena dia seorang ksatria maka dia sangat dicintai oleh rakyatnya, pemerintahan bisa STABIL dan KESEJAHTERAAN dapat dicapai.

– Duta besar Xiao Qian sungguh terkesan dengan penyambutan yang hangat dari keluarga besar Gerindra dan mengundang untuk hadir dalam perayaan China National Day, 27 September 2018. Beliau juga mengundang kader kader Gerindra jika ingin bertukar informasi untuk datang ke negara China.

Calon Presiden Prabowo Subianto membawa rombongan ke ruang amphitheater dimana sudah berkumpul kader GERINDRA MASA DEPAN yang menyanyikan lagi Mars Pandu Bangsa dengan semangat. Sekali lagi Prabowo menjelaskan kepada rombongan tamu bahwa pengkaderan generasi muda terus dilakukan di padepokan Garuda Yaksa yang saat ini sudah meluluskan 59 angkatan. Di padepokan tersebut mereka dilatih disiplin, cinta tanah air dan semangat nasionalisme, pembentukan watak, kepribadian dan kemampuan untuk menjadi pemuda pemudi yang tangguh dan bagaimana berorganisasi yang baik.

Akhir pertemuan ditutup dengan makan siang dengan suguhan berbagai macam makanan Indonesia dari berbagai daerah, iringan lagu lagu mulai dari Bengawan Solo , Ni Wen Wo Ai dan tarian poco poco yang akhirnya tamu rombongan ikut bergabung menari poco poco. Seru dan suasana menjadi hangat. Sebelum tamu rombongan pulang calon presiden dan duta besar saling bertukar cideramata dari negara masing masing, sebuah keris dan guci blue china . Acara selesai.

Ada yang bertanya kepada saya , bagaimana dengan ASING dan ASENG? Jawaban saya adalah masalahnya bukan asing atau aseng tetapi sebenarnya bagaimana negara mengatur KEADILAN SOSIAL bagi seluruh rakyat Indonesia dan bukan dinikmati oleh segelintir kelompok saja. Hubungan dengan negara lain yaitu bangsa asing adalah hubungan dalam tataran kepentingan bersama yang saling menguntungkan, sebuah hubungan internasional menyangkut bidang ekonomi, pendidikan, sosial budaya, lingkungan hidup, sumber daya alam dengan negara manapun tetapi bukan berarti menggadaikan atau hilangnya KEDAULATAN negara dan bangsa kita sendiri. Oleh sebab itu calon presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Gerindra akan menerima kedatangan tamu siapa saja yang ingin bersahabat.

Salam Indonesia Raya
27 September 2018

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.