Poster KSP Moeldoko Cantumkan Sebagai Ketum Demokrat, Politisi PD: Semoga Pak Menteri Yasonna Diberi Kesabaran

251

JAKARTA— Poster ucapan Idul Adha bergambar Kepala KSP Moeldoko yang mencantumkan diri sebagai Ketum Demokrat beredar. Politisi Demokrat ramai-ramai menanggapi ini.

Yang menjadi perhatian politisi Demokrat, jabatan Moeldoko tercantum sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat, lengkap dengan atribut partai.

Tak sendiri, Moeldoko berjejer bareng Jhoni Allen Marbun yang mencantumkan dirinya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.

Keduanya pun mengenakan jaket biru dan lambang Partai Demokrat lengkap dengan peci hitam.

Ucapan Idul Adha Moeldoko dan Jhoni Allen Marbun (ist)

Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution menyebutkan, momen sakral Idul Adha 1442 H di kala pandemi Covid-19, dirusak aksi KSP Moeldoko dengan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha.

“Momen sakral Idul Adha di kala pandemi, dirusak aksi brutal KSP Moeldoko untuk mengintimidasi Menkumham,” jelas Nasution.

“Semoga Pak Menteri Yasonna Laoly, diberikan kesabaran. Karena diperlakukan tidak pantas oleh pegawai istana,” katanya.

“Sama brutalnya sebagai sales obat cacing, dia memaksa Ivermectin jadi obat Covid-19,” jelasnya lagi.

Sementara Politisi Demokrat Rachland Nashidik juga ikut mengomentari poster Moeldoko-Jhoni Allen Marbun ini.

“Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H-2021 M. Mohon maaf lahir dan batin,” demikian keterangan poster yang diunggah politisi Demokrat, Rachland Nashidik di akun Twitternya, Selasa (20/7).

“Kita maafkan hari ini. Besok kita tertawakan lagi,” tulis Rachland saat mengunggah poster Moeldoko.

Bagi Rachland, Moeldoko seakan sudah tidak memiliki urat malu mengaku sebagai Ketum Demokrat.

Padahal, pemerintah melalui Menkumham jelas-jelas menolak mengesahkan Demokrat kepemimpinan Moeldoko hasil KLB abal-abal Deli Serdang beberapa waktu lalu.

“Selamanya kita tak akan lupakan, Kepala Staf Presiden Jokowi ini: tuna etika dan tebal sekali kulit mukanya,” tegasnya.

Bahkan karena ulah Moeldoko inilaih, Rachland menganggap kinerja pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 dipandang sebelah mata oleh rakyat.

“Ia bagian dari penyebab, kenapa Istana di masa Presiden Jokowi tak dipandang dengan segan, apalagi hormat,” tutupnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : (ral/rmol/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here