Politisi PDIP: FPI vs NU dan Muhammadiyah itu bagai bumi dengan pluto

139

Politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko turut angkat bicara terkait pandangan Pandji Pragiwaksono yang menilai bahwa Front Pembela Islam (FPI) lebih dekat dengan masyarakat ketimbang Muhammadiyah dengan NU. Menurut Budiman, membandingkan FPI dengan NU dan Muhammadiyah itu layaknya menyandingkan antara planet bumi dengan pluto.

Budiman Sudjatmiko menilai, perumpanan FPI yang disamakan dengan pluto itu lantaran keduanya sudah dianggap tidak ada, kini pluto bukan disebut planet, sedangkan FPI bukan lagi organisasi massa.

“Ya membanding-bandingkan NU dan Muhammadiyah dengan FPI itu seperti membandingkan Bumi dengan Pluto. Buminya dianggap datar lagi dan Pluto juga sudah nggak lagi diangggap planet,” kata Budiman dalam kicauan di jejaring media sosial Twitternya, dikutip pada Jumat, 22 Januari 2021.

Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko. Foto: Suara.
Politisi PDIP: FPI vs NU dan Muhammadiyah itu bagai bumi dengan pluto | Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko. Foto: Suara.

Lebih lanjut sebenarnya, kata Budiman, pernyataan Pandji tersebut sangat mudah sekali dibantah lantaran sifatnya yang retoris.

Kendati demikian, Budiman menyarankan agar Pandji tidak dilaporkan ke polisi lantaran pernyataan itu merupakan haknya.

“Pernyataan Pandji sangat mudah dibantah dan harus dibantah, sangat retoris dan menunjukan keberpihakannya secara sadar. Meski mengutip pendapat orang lain, dia sudah mengambilnya sebagai pendapatnya juga. Itu haknya, sebaiknya dibantah. Tapi tak usah diadukan ke polisi,” ujarnya.

Dalam pandangan Budiman, Pandji bukanlah sosok yang bodoh dan layak diajak untuk berdebat.

Lebih lanjut, mantan anggota DPR RI ini mengingatkan bahwa di negara demokrasi yang baik, semua argumen jangan dipidanakan. Namun apabila opini yang dilontrakan tidak cerdas, maka itu bukan kejahatan, namun hanya sekadar memamerkan kualitas pemikirannya.

“Pandji bukan orang bodoh jadi layak diajak berdebat. Seperti yang pernah kukatakan, di negara demokratis yang matang, argumen yang cerdas atas opini apapun jangan dipidanakan. Jika lantas argumennya terbukti tak cerdas, itu juga bukan kejahatan, cuma menunjukkan kualitasnya,” tandasnya.

Pernyataan Pandji Pragiwaksono

Pandji Pragiwaksono
Politisi PDIP: FPI vs NU dan Muhammadiyah itu bagai bumi dengan pluto | Pandji Pragiwaksono Foto: blogspot

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Komika Pandji Pragiwaksono sempat menjadi perhatian gegara ucapannya soal FPI lebih merakyat dibanding NU dan Muhammadiyah. Pernyataan itu ramai jadi pembahasan di media sosial, berbagai pihak reaktif dengan kata-kata komika itu.

Nah setelah ramai nih, Pandji meminta publik untuk lebih cermat. Pandji menjelaskan, kata-kata FPI lebih merakyat dibanding NU Muhammadiyah itu asalnya bukan dari mulutnya. Pernyataan itu merupakan ucapan dari sosiolog Thamrin Amal Tomagola 9 tahun lalau saat diwawancarai Pandji. Dalih si komika begitu sobat Hopers, tapi ya warganet telanjur panas.

andji Pragiwaksono berujar, banyak masyarakat—terutama kalangan bawah—yang akhirnya menjadi simpatisan FPI lantaran merasa selalu dibantu kelompok tersebut. Pandji mengaku, pernyataan itu dia dengar dari Sosiolog Thamrin Amal Tomagola ketika diwawancarainya di Hard Rock FM Jakarta, 9 tahun lalu.

“FPI itu dekat dengan masyarakat. Ini gue dengar dari Pak Thamrin Tomagola dulu tahun 2012, kalau misalnya ada anak mau masuk di sebuah sekolah, kemudian enggak bisa masuk, itu biasanya orang tuanya datangi FPI minta surat. Dibikinin surat ke FPI, dibawa ke sekolah, itu anak bisa masuk. Terlepas dari isi surat itu menakutkan atau tidak, tapi nolong warga gitu,” ujar Pandji di saluran Youtube-nya, dikutip dari Fajar.

Lebih jauh, Pandji menambahkan, FPI senang berbaur dan dikenal dekat dengan masyarakat kelas bawah ketika para elit dari ormas Islam besar, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah justru jauh dari mereka.

“FPI itu hadir gara-gara dua ormas besar Islam (NU dan Muhammadiyah) jauh dari rakyat. Mereka elit-elit politik. Sementara FPI itu dekat. Kalau ada yang sakit, ada warga yang sakit mau berobat, enggak punya duit, ke FPI, kadang-kadang FPI ngasih duit, kadang FPI ngasih surat. Suratnya dibawa ke dokter, jadi diterima,” ujar Pandji menceritakan pikiran Thamrin.

“Kata Pak Tamrin Tomagola, pintu rumahnya ulama-ulama FPI kebuka untuk warga, jadi orang kalau mau datang bisa. Nah, yang NU dan Muhammadiyah yang terlalu tinggi dan elitis, warga tuh enggak ke situ, warga justru ke FPI. Makanya mereka pada pro FPI, karena FPI ada ketika mereka butuhkan,” kata Pandji.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...