Politikus Golkar Sindir Partai Keluarga, Cipta Panca: Kader Demokrat Lebih Tinggi Elektabilitasnya

769

Anggota DPR RI, Fraksi Golkar, Yayat Biaro menuliskan tweet sindiran terkait partai politik (parpol) yang dikuasai keluarga.

Tweet tersebut dituliskan Yayat Biaro melalui akun Twitter @yayatbiaro, Rabu, (11/7/2018).

Yayat juga memberikan sindiran terkait parpol tersebut bahwa anaknya berkali-kali disiapkan menjadi pejabat publik.

Politikus Golkar ini juga mengatakan jika parpol bukan properti keluarga.

“Coba kalian absen.

Parpol mana saja yang dikuasai keluarga.

Lalu mana yang bolak-balik siapin anaknya jadi pejabat publik.

Masak gak ngerti-ngerti kalo itu salah!

Parpol bukan properti keluarga,” tulis Yayat.

Menanggapi hal tersebut, politikus partai Demokrat, Cipta Panca Laksana membalas melalui akun Twitternya, @panca66.

Panca membalas yang salah adalah partai Golkar karena tiga kali pemilihan presiden (pilpres) mengalami kekalahan semuanya.

Sedangkan Demokrat dua kali menang dan satu kali absen dalam gelaran pilpres.

Panca menambahkan jika jangan iri terhadap Demokrat yang memiliki kader dengan elektabilitas tinggi dibanding kader Golkar.

“Yang salah itu Golkar 3 kali pilpres langsung 3 kalinya kalah.

Demokrat dua kali menang sekali absen.

Ngga usah iri kalau kader Demokrat lebih tinggi elektabilitasnya dari kader Golkar.

Gitu membacanya,” jawab Cipta Panca.

Tweet Yayat dan Cipta Panca
Tweet Yayat dan Cipta Panca (Capture Twitter)

Yayat Biaro pun menanggapi komentar dari Panca tersebut.

Ia mempertanyakan ukuran benar dan salah yang dikatakan Panca apakah berkaitan dengan menang dan kalah.

Menurutnya, ia tidak pernah iri terlebih soal jabatan.

Namun, yang terpenting adalah menjaga agar pikiran tetap waras.

“Jadi sekarang ukuran benar salah adalah menang-kalah?

Saya gak pernah iri, apalagi soal jabatan.

Tapi menjaga agar pikiran tetap waras itu penting,” jawab Yayat.

Jawaban Yayat
Jawaban Yayat (Capture Twitter)

Sementara itu, hubungan Golkar dan Demokrat pun menjadi sorotan setelah Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto berkunjung ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Selasa (10/7/2018).

Pertemuan tersebut membicarakan terkait kondisi politik nasional terkini.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyebutkan, pembicaraan antara SBY dengan Airlangga berlangsung dalam suasana yang santai.

Keduanya berbincang dengan lepas tentang politik nasional.

“Tentang pilpres, Pilkada, juga kebanyakan mengobrolkan pilpres, tapi semuanya masih lepas. Semuanya bertukar informasi saja,” kata Hinca, Selasa malam, seperti dikutip TribunWow.com dari Kompas.com.

Menurut Hinca, tidak ada nama-nama calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) yang disebutkan di dalam pembicaraan tersebut.

Ia pun menuturkan, Partai Demokrat terus melakukan komunikasi secara intensif dengan Partai Golkar.

“Belum ada bisa diambil keputusan yang akan kita lakukan. Bertukar informasi saja tadi, saling update,” sebut Hinca.

Sebelumnya, Airlangga menyebut, pertemuan tersebut hanya membahas mengenai kondisi politik terkini.

“Komunikasi mengenai keadaan politik dan kerja sama antar partai selalu terbuka komunikasinya,” ujar Airlangga.

Ketika ditanya mengenai pembicaraan mengenai koalisi, Airlangga mengaku belum ada pembicaraan.

Ia juga menuturkan, belum ada pula pembicaraan mengenai kemungkinan Partai Golkar dan Partai Demokrat bergabung dalam satu koalisi.

“Belum ada. Kita bicara mengenai situasi,” tutur Menteri Perindustrian tersebut. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

tribunnews.

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here