POLITICS of INSECURITY “Neno Warisman diserang.”

397

by. Zeng Wei Jian

Klik partikelir dalam rezim memainkan “Politic of Insecurity”. Dibantu media massa, mereka hasut banyak orang. Neno Warisman diserang.

Aksi Bela Islam 1-3 mengubah agenda pemenangan Pilpres Kubu Joko. Tensi mereka naik. Stress, tegang, dipresi, dan panik. Sebuah halusinasi seputar Neno diproduksi. Rasa takut masyarakat diolah dan diaduk-aduk. Targetnya; mengamankan suara pilpres.

Hantu kegagalan membayangi setiap langkah Joko. Ekonomi tak membaik, menteri-menteri asal ngomong, BBM naik, aksi freestylist, dolar meroket dan polemik Ahok. Puncaknya, politicking menyingkirkan Mahfud MD dengan Kyai Maruf.

Mereka butuh alat “Displacing those spectres”. Kecemasan publik perlu dialihkan. Neno dikorbankan. Air force, police squad, tim intelijen dan preman diturunkan. Neno dilarang menggelar aksi massa di banyak kota.

Pre-election analysis memperlihatkan Joko-Maruf ambruk. Variable menangnya tipis. Sandiaga menyedot perhatian kaum ibu, milenial, pengusaha, ulama dan minoritas.

Saking ambruk elektabilitasnya, LSI terpaksa bikin survei dagelan. Variable sholat 1x dan sebagainya. Selama beberapa hari, Denny JA jadi target cyber-bullies.

Neno adalah obyek penderitaan dan frustasi rezim. Sementara waktu, mereka sanggup distorsi kesadaran publik. Neno jadi pusat perhatian. Soal kegagalan rezim dan janji-janji kampanye yang tak terpenuhi terlupakan.

Kasihan Neno. Seorang perempuan lemah. Hatinya bagai 10 carats diamond. Jernih, anti scratch, dan tangguh.

Di mobil itu, dia tersandera. Gelap dan lonely. Akhirnya, dia dievakuasi paksa. Dia pernah diancam akan disiram minyak babi. Mobilnya meledak. Pernah mau dilempar tong sampah. Difitnah macam-macam. Seorang diri, dia telan semua tipe persekusi. Dalam kesendiriannya, dia hanya bisa berdoa.

Rezim pasang Ngabalin. Gerakan non-violence, di tangan ex marbot ini, dipelintir menjadi “anslag” alias makar. Ngeri. Psikologi massa diteror dengan fitnah Gerakan Ganti Presiden ditunggangi Wahabi dan HTI.

Salah satu efeknya; Panic. Ada seorang Ahoker Go-block fitnah Neno berkolaborasi dengan “teroris” ngetop Abu Jibril dari Jamaah Islamiyah-nya Ngeruki.

Sedangkan Abu Jibril kolega Neno dalam Gerakan Ganti Presiden bernama lengkap Achmad Fuad Abu Jibril, murid dari Pa Natsir dan keponakan Kyai zalie Yafie.

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here