Polisi Diminta Tindak Pelaku Razia Buku di Trans Studio Mall Makassar

332

MAKASSAR – Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Fadli Noor meminta aparat kepolisan bertindak dengan aksi sekelompok pemuda yang melakukan razia buku di Gramedia Trans Studio Mall..

“Terkait beredarnya video dengan caption razia buku yang dilakukan sekelompok orang di gramedia trans mall, saya selaku Ketua DPW PSI Sulsel dengan ini mengecam tindakan orang-orang itu dan mengingatkan jajaran kepolisian untuk mengambil langkah hukum atas aksi tersebut,” tulis Fadli dalam keterangannya, Minggu (4/8/2019).

Menurut Fadli, melarang penerbitan atapun peredaran buku hanya dapat dilakukan melalui putusan pengadilan.

“Bahkan Mahkamah Konstitusi pada 13 Oktober 2010 telah mencabut Undang-Undang Nomor 4/PNPS/1963 yang memberikan kewenangan kepada Kejaksaan Agung untuk melarang buku. Pelarangan buku hanya bisa dilakukan setelah ada putusan pengadilan,” sambung dia lagi.

Seharusnya kata Fadli, jika ada pihak yang keberatan terhadap konten dan peredaran suatu buku, dapat melaporkan kepada kepolisian. Selanjutnya, hukumlah yang bekerja hingga berujung pada putusan pengadilan.

“Melakukan razia sendiri adalah tindakan melawan hukum dan kepolisian tidak boleh melakukan pembiaran atas hal ini, agar peran kepolisian sebagai pengayom dan pelindung masyarakat dapat terus terjaga. Sekali lagi kami meminta agar Polda Sulsel segera menyikapi insiden ini,” pungkas Fadli.

Sekadar diketahui, sebelumnya dalam sebuah video berdurasi 38 detik, ada empat orang pemuda yang mengaku tengah mencari buku yang menurut mereka dilarang oleh pemerintah. Buku-buku itu, setelah dirazia, selanjutnya akan dikembalikan kepadap penerbit.

“Sedang melakukan pancarian buku berpaham radikal yang sebenarnya telah dilarang pemerintah. Kami menganggap bahwa buku ini adalah penyebaran dari paham tersebut. Dan Alhamdulillah kami telah bekerjasama dengan pihak Gramedia untuk mengembalikan buku ini ke percetakannya. Kita sepakat Makassar harus bebas dari paham Marxisme,” kata seorang pemuda dalam video tersebut.

Informasi yang dihimpun aksi kelompok tersebut dilakukan pada Sabtu (3/8/2019). sindo

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here