Polisi Belum Tangkap Penganiaya Anak di Surabaya, Ini Alasannya

477
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni/Foto: Amir Baihaqi

Surabaya – Polisi mengaku sudah menerima laporan terkait video penganiayaan anak yang viral di media sosial. Lalu mengapa pelaku belum juga ditangkap?

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni menyebut telah mengantongi identitas pelaku. Meski begitu, pihaknya belum melakukan penangkapan karena harus melakukan tahapan-tahapan pembuktian

“Kita sudah tahu identitasnya (pelaku). Tapi kan tahapan-tahapan pembuktiannya kan harus kita dalami. Mana hasil visum kan belum keluar dan dicatat,” beber Ruth kepada detikcom, Jumat (11/10/2019).

“Nah, ini kan baru hari Jumat pagi. Dia laporan Selasa malam. Penganiayaan terhadap anak. Pelakunya orang dewasa korbannya anak,” lanjutnya.

Sedangkan untuk motif penganiayaan, Ruth enggan membeberkan. Ia hanya menyebut bahwa pelaku dan korban ada persoalan dan lepas kontrol sehingga menganiaya si anak.

“Ya, biasa ada persoalan yang mencetuskan dan pelakunya orang dewasa itu tidak kontrol diri. Sekarang kan gini, kalau sampean (anda) orang dewasa berhadapan dengan anak yang notabene secara fisik lebih kecil dan lemah, itu kan mestinya kontrol diri,” terangnya.

Ruth kemudian memastikan, cepat atau lambat pihaknya akan menangkap pelaku tersebut. Untuk itu ia menimbau untuk bersabar dahulu, sebab saat ini masih proses tindak lanjut.

“Nanti lah kalau sudah kita tangkap kita rilis. Saat ini sudah laporan dan sedang kita tindak lanjuti,” pungkas Ruth.

Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan seorang anak kecil dianiaya orang dewasa viral di media sosial. Dalam video itu sang anak tampak menangis usai mendapatkan sejumlah pukulan dan tendangan bertubi-tubi.

Video berdurasi 1,9 menit tersebut diunggah salah satu akun bernama Nanang Avril Anggraeni melalui grup fans page facebook pada hari Kamis kemarin. Setidaknya sudah ada 480 komentar dan 148 yang telah membagikan ulang video itu.

Dalam keterangan captionnya, Nanang menuliskan keterangan bahwa anak dalam video tersebut merupakan keponakannya sedangkan pelaku adalah tetangganya. Ia sengaja mengunggah video itu agar mendapat perhatian.

Menurutnya, meskipun sudah melaporkan ke pihak kepolisian. Tapi sudah 3 hari pelaku belum juga ditangkap.

“Maaf barang kali ada yg bisa bantu,, keponakan saya d aniaya tetangga,, Sudah saya laporkan ke POLSEK dan POLRES Tapi sudah 3 hari ini peLaku belum d tahan #Sby_barat,” tulis keterangan dalam video seperti yang dilihat detikcom, Jumat (11/10/2019). detik

Comments

comments

Loading...