Polisi Belum Berhasil Lacak Akun FB yang Sebut Nella Kharisma Selingkuhan

561
Direskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan (Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)

Surabaya – Polisi kesulitan mengungkap sosok di balik akun Facebook yang menyebarkan isu perselingkuhan Nella Kharisma dengan mantan Bupati Kediri Sutrisno. Pihaknya akan melakukan pelacakan lebih mendalam.

Sebelumnya, Nella Kharisma membuat pengaduan kepada polisi. Nella juga telah diperiksa sebagai saksi dan telah mengklarifikasi bahwa tuduhan tersebut tidak benar.

Direskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan menyampaikan pihaknya tengah menyelidiki jejak digital dan profiling akun tersebut. Namun hingga kini belum ada hasil yang signifikan.

“Dia (Nella) kemarin mengadukan sebuah akun yang semua tahu (menyebarkan isu perselingkuhan),” kata Gidion kepada detikcom di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (3/12/2019).

Saat ditanya mengenai kendala yang dihadapi polisi, Gidion mengatakan pelaku telah menghapus posting-an itu berikut dengan akun Facebook-nya. Untuk itu, pihaknya perlu melakukan profiling akun secara mendalam.

“Kendalanya itu kan akun Facebook-nya sudah ndak ada. Apalagi akunnya sudah mati, jadi kami harus gunakan teknologi untuk melakukan pelacakan, digital forensik, akun siapa ini. Dari analis social media-nya nanti bisa tahu akun ini milik siapa,” imbuhnya.

Saat ditanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pelacakan, Gidion belum bisa menentukan. Pihaknya akan berupaya agar kasus ini segera menemui titik terang. Selain itu, Gidion menyebut kasus hoaks memang harus diperangi agar tak menimbulkan keresahan dan merugikan publik.

Hingga kini Gidion menyebut pihaknya baru memeriksa Nella Kharisma. Setelah proses profiling selesai, Gidion mengatakan akan ada saksi hingga penetapan tersangka.

“Rasanya baru Nella saja, (penetapan tersangka dan saksi baru) setelah profiling-nya selesai,” pungkasnya.

Sabtu (23/11), Nella Kharisma menjadi objek pemberitaan. Posting-an isu Nella yang menjadi selingkuhan Sutrisno viral di media sosial Facebook. Isu tersebut muncul di Facebook sejak pertengahan November lalu.

Sumber Berita / Artikel Asli : Detik

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...