Polemik Anggaran Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali,Apa Tanggapan Pemerintah

412

JAKARTA- Anggaran pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali sudah menjadi polemik di tengah masyarakat sejak beberapa bulan lalu. Berapa anggaran pertemuan yang digelar selama seminggu itu, 8-14 Oktober 2018.

Pernyataan anggota tim ekonomi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Rizal Ramli bahwa anggaran penyelenggaraan pertemuan IMF-World Bank dialihkan untuk penanganan dampak bencana di Sulawesi Tengah, direspons pihak Istana.

Staf Khusus Presiden Adita Irawati menegaskan, pengalihan anggaran tiba-tiba seperti yang diungkapkan Rizal, tidak mungkin dilakukan pemerintah karena menyalahi peraturan perundangan.

“Sebab masing-masing kegiatan itu, termasuk penyelenggaraan pertemuan IMF- World Bank sudah dianggarkan sejak jauh-jauh hari ya,” ujar Adita kepada wartawan, Sabtu (6/10/2018).

Meski demikian, yang patut diketahui publik adalah pemerintah sudah melakukan penghematan dalam pembiayaan acara yang dilaksanakan di Bali tersebut.

“Yang patut diketahui, pemerintah sudah melakukan efisiensi di berbagai sektor sehingga biayanya bisa ditekan. Penghematannya itu mencapai sekitar 30 hingga 40 persen,” ujar Adita.

Adita menambahkan, pada dasarnya sebagian besar anggaran penyelenggaraan pertemuan IMF-World Bank diperuntukan bagi pembenahan bandar udara di Bali, bukan semata-mata untuk penyelenggaraan acara itu sendiri.

Sementara, mengenai anggaran penanganan dampak bencana di Sulteng, Adita menegaskan, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran tersendiri. Hingga saat ini, rakyat Indonesia juga bahu membahu membantu warga Sulteng yang tertimpa bencana.

Sebelumnya, koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengkritik penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali yang dinilai terlalu mewah.

Pemerintah pun didesak untuk melakukan penghematan biaya penyelenggaraan dan disalurkan sebagian untuk membantu korban bencana alam di Palu, Donggala, serta Lombok.

“Teman-teman mendesak kepada pemerintah agar menghemat yang masih bisa dihemat,” ujar anggota Tim Ekonomi pasangan Prabowo-Sandiaga, Rizal Ramli, saat memberikan pernyataan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018) malam.

“Kedua, dialirkan penghematan itu untuk membantu rakyat kita di Donggala, Palu, dan Lombok karena banyak yang masih belum dikerjakan,” tuturnya.

Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah Annual Meeting tahun 2018 dan telah menganggarkan dana sekitar Rp 855,5 miliar yang sudah disepakati bersama DPR RI sejak awal tahun 2017.

(ral/int/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...