Polda Jatim Sebut Tidak Etis Profesor Hukum Rendahkan Polisi di Jalan

894

SURABAYA – Polda Jawa Timur angkat bicara terkait viralnya video polisi tilang profesor hukum di putaran balik simpang empat Jemur Andayani, Surabaya, Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, belum ada aksi penilangan terhadap pria berambut putih yang mengaku profesor hukum itu.

“Kami kurang jelas juga melihatnya namun bisa kami simpulkan itu belum terjadi penilangan,” ujarnya.

Menurut Barung, pihak kepolisian berhak melakukan penindakan tilang berdasarkan aturan rambu yang dipasang.

Barung menambahkan, kalau ada yang tidak jelas dari rambu itu, maka masyarakat boleh melaporkan ke Dinas Perhubungan.

Ia mengatakan, Polda Jatim telah mendeteksi petugas kepolisian yang menghentikan mobil profesor hukum.

“Kami dari kepolisian sudah mendeteksi, memprofiling anggota tersebut dan juga masyarakat itu (profesor hukum). Harapan kita adalah bahwa penegakan hukum di lapangan tetap dilakukan saja,” tambahnya.

Ia menyayangkan sikap profesor hukum yang memarahi polisi di jalanan.

Seharusnya, kata dia, profesor hukum tersebut melakukan protes sesuai konstitusi atau hukum yang berlaku, seperti melaporkan ke Propam.

“Tidak kemudian memviralkan dan kemudian merendahkan petugas di lapangan,” imbunya.

Sebagai anggota kepolisian, lanjut Barung, resiko dimaki-maki di lapangan atau tertabrak sudah biasa terjadi.

“Tetapi yang kami sayangkan kalau ada penegakan hukum yang tidak sesuai dengan koridor hukum, mungkin bisa ditanyakan atau langsung ke Propam,” imbuhnya.

Profesor hukum ceramahi polisi lalulintas di Surabaya

Profesor hukum ceramahi polisi lalulintas di Surabaya

Barung menyesalkan tindakan profesor hukum yang dianggapnya kurang beretika.

“Silakan saja, dia mantan polisi atau apa, seharusnya, seyogyanya ada etika yang tertanam kepada (profesor hukum). Apalagi mantan anggota polisi,” katanya.

“Saya kira etika itu juga ada, yang kita ketahui bahwa yang bersangkutan juga mantan anggota polisi. Saya kira ada prosedur-prosedur, ada ketentuan-ketentuannya yang juga sebenarnya beliau itu mengetahui,” imbuhnya.

Seharusnya, lanjut Barung, profesor hukum itu melaporkan tindakan petugas kepolisian ke Propam, bukan malah memarahinya di jalan.

“Kalau kita melihat video itu, anggota (polisi) tersebut yang dimarahi, iya kan? Anggota tersebut yang dimaki-maki. Padahal seyogyanya anggota tersebut hanya lah berdiri di atas suatu rambu yang kurang jelas,” kata Barung seraya menambhkan bahwa rambu yang kurang jelas itu sudah diperbaiki.

Sebelumnya, video polisi tilang profesor hukum viral di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat seorang polisi kena batunya sendiri akibat menilang pria berambut putih yang mengaku sebagai profesor hukum.

Pria itu menceramahi polisi yang menilangnya di putaran balik simpang empat Jemur Andayani, Surabaya, Jawa Timur.

“Itu kamu tangkap, saya ditangkap. Apa itu artinya ini? Saya profesor hukum,” kata pria tersebut sambil menunjuk rambu putar balik.

Berikut ini video profesor hukum ceramahi polisi di jalan:

 

(one/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...